Mientje D E Roembiak, Mama Antropologi Itu Telah Pergi

share on:
Mendiang Mama Mientje DE Roembiak didampingi putri sulungnya dr Corazon Mirino-Jubi/ist
Mendiang Mama Mientje DE Roembiak (kanan) didampingi putri sulungnya dr Corazon Mirino (kiri)-Jubi/ist

Jayapura, Jubi-Dosen senior dan perempuan Papua pertama antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan antropologi telah pergi menghadap Sang Pencipta, Sabtu (10/9/2016) pukul 7.10 WIB atau pukul 09.10 Waktu Papua di Rumah Sakit Angkatan Darat(RSAD) Gatot Subroto di Jakarta.
Setelah menderita sakit sejak April 2016, almarhumah tetap menjalani tugasnya
sebagai Ketua Jurusan Antropologi FISIP Universitas Cenderawasih.

“Saat ini jumlah dosen di Universitas Cenderawasih tercatat sebanyak 606 dan meninggalnya mama Mientje D E Roembiak maka jumlah dosen menjadu 605 dosen yang memberi kuliah,”kata Julius Ary Mollet PhD Pembantu Rektor IV Universitas Cenderawasih saat mewakili Rektor Uncen saat ibadah pelepasan almarhum Mientje DE Roembiak di kediamannya di Nirwana Angkasa, Senin (12/9/2016).

Dia mengingatkan saat bersama dengan mendiang Mama Mientje Roembiak berkunjung ke Universitas Indonesia 2012 lalu menegaskan kalau Universitas Cenderawasih sudah harus membenahi diri karena ini sangat penting.

“Kontribusinya sangat besar terhadap Universitas Cenderawasih dan juga bagi tanah Papua,”kata PR IV yang menyebut kalau ibu Mientje akrab disapa Mama Mientje.

Sementara itu saudara kandung mendiang Mientje Roembiak, mewakili keluarga besar JKH Roembiak mengakatakan selama ini kakak kandungnya lebih banyak melakukan penelitian di daerah pegunungan tengah sehingga referensi soal wilayah pantai termasuk Biak Numfor sangat minim. Walau pun demikian kaka kandungnya ini sangat fasih berbahasa Belanda, Biak dan Inggris.

JKH Roembiak mengatakan selama mengajar di Kampus Uncen selalu naik ojek dan juga menyewa angkutan umum untuk melakukan tugas pengabdiannya di Fakultas FISIP Jurusan Antropologi.

Padahal kata dia mendiang kakaknya ini termasuk dosen senior tetapi kurang mendapat perhatian dari Universitas Cenderawasih. Namun demikian JKH Roembiak mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua civitas akademika Universitas Cenderawasih khususnya di Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih.

Abdi Frank PhD salah satu anak didik dari mendiang almarhumah Mientje D Roembiak mengatakan mereka selalu memanggil ibu dengan sebutan “Mama Mien. Abdi Frank yang membacakan daftar riwayat hidup itu menyebutkan almarhumah lahir di Biak 19 Mei 1952 menyelesaikan studi sarjana muda di jurusan antropologi Universitas Gajahmada Yogyakarta dan Sarjana Antropologi di Universitas Indonesia Jakarta, 1983.

Mengawali karier sebagai dosen antropologi di Universitas Cenderawasih pada 1 Mei 1984 dengan golongan kepangkatan III/A. Jabatan terakhir sebagai Ketua Jurusan Antropologi dengan golongan kepangkatan III D.

Selain mengajar almarhumah juga pernah beberapa kali mengikuti pertemuan Konggres Wanita Se Dunia di Kenya Nairobi, termasuk ke Fiji di Pasifik Selatan. Almarhumah juga pernah menjadi Ketua Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP).

Jubi terakhir bertemu dengan mendiang Mientje D Roembiak saat diskusi buku berjudul Yesus Papua karya Pdt Mth Mawene di Aula STT IS Kijne, 2 Juli 2016 lalu. Saat itu Mama Mien Roembiak mengatakan dalam sesi tanya jawab bahwa ketika berbicara budaya menyebut kepercayaann agama-agama lokal. “Ada persamaan tetapi ada juga perbedaan. “Kristus Papua dan Kristus Nasaret,”kata Mama Mien kala itu.
Lebih lanjut Mama Mien mengatakan tujuan utama Kristen/Kristologi, maka menyarankan kalau mengangkat ini kepada kerya ilmiah. “Sesungguhnya teologi pembebasan itu apa dalam teologi orang Papua,”katanya.

Almarhumah Mientje D E Roembiak menikah dan mempunyai tiga orang anak serta dua orang cucu. Almarhum merupakan anak pertama dari sembilan bersaudara alm LS Roembiak dan B Boerdam almarhumah.Mendiang dosen antropolog perempuan Papua pertama ini telah dimakamkan di TPU Abepura, Senin(12/9/2016)-(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mientje D E Roembiak, Mama Antropologi Itu Telah Pergi