Parlemen Australia Akhirnya Mulai Selidiki Nauru Files

share on:

Canberra, Jubi – Parlemen Australia mulai melakukan penyelidikan atas laporan adanya penyiksaan pengungsi di kamp Nauru dan di pulau Manus, Papua Nugini.

Para demonstran membentangkan spanduk di Canberra mendesak pemerintah Australia segera menutup kamp pengungsi di Nauru dan Manus. – RNZI/Sally Round
Para demonstran membentangkan spanduk di Canberra mendesak pemerintah Australia segera menutup kamp pengungsi di Nauru dan Manus. – RNZI/Sally Round

Upaya penyelidikan yang diusulkan oposisi, yaitu Partai Buruh dan Partai Hijau itu disetujui setelah melalui serangkaian sidang yang berjalan alot di dalam senat.

Desakan kedua partai itu didukung penuh oleh tiga senator, yaitu Derryn Hinch, Jacqui Lambie, dan Nick Xenophon.

Juru bicara partai Hijau, Nick McKim mengatakan bahwa kelompoknya hanya ingin mengungkap kebenaran. “Telah dilaporkan banyak kasus penyiksaan, pelecehan seksual di sana. Pemerintah hanya mereponnya dengan sangkalan. Kita harus tutup kamp itu dan membawa para pengungsi ke Australia,” ujarnya.

Sementara, juru bicara Partai Buruh, Shayne Neumann mengatakan bahwa pemerintah Australia telah gagal membangun tempat persinggahan sementara bagi para pengungsi.

“Nauru Files menunjukkan banyaknya penyiksaan terjadi di kamp. Kami dari Partai Buruh sangat menaruh perhatian terhadap laporan ini,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan Nick dan Shayne, usul penyelidikan itu menyeruak setelah beredarnya laporan media massa yang memparkan dokumen-dokumen dari dalam kamp pengungsian dan kemudian disebut “Nauru Files”.

Dokumen tersebut mencatat banyaknya kasus pelanggaran hak asasi manusia berupa penyiksaan dan pelecehan seksual yang dialami para pengungsi baik dewasa maupun anak-anak.

Pemerintah Australia sempat menyangkal keabsahan dokumen tersebut dan menyatakan bahwa perlakuan pengungsi di kamp Nauru telah memenuhi standar HAM.

Namun, berbagai organisasi internasional membantahnya termasuk juga partai oposisi di dalam negeri mendesak dilakukannya penyelidikan.

Penyelidikan oleh parlemen itu juga akan meninjau ulang kebijakan penempatan pengungsi di negara lain. Desakan yang dialamatkan kepada Australia untuk menutup kamp pengungsian di Nauru dan Manus semakin kencang setelah beredarnya dokumen penyiksaan. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : radionz.co.nz, the guardian
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Parlemen Australia Akhirnya Mulai Selidiki Nauru Files