Tertibkan Hewan Ternak, Satpol PP Minta Senjata Bius

share on:

Mukomuko, Jubi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, membutuhkan senjata bius untuk menertibkan hewan ternak yang dilepasliarkan di jalan raya dan fasilitas umum di daerah itu.

Senapan bius. -- telinject.com
Senapan bius. — telinject.com

“Sanksinya dalam peraturan daerah (perda) harus tegas, salah satu personel Satpol PP dilengkapi senjata bius,” kata Kepala Satuan Polisian Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mukomuko Khairul Anwar di Mukomuko, Selasa (13/9/2016).

Menurut dia, sanksi dalam Perda Nomor 26 Tahun 2011 tentang Penertiban Hewan Ternak yang dilepasliarkan di jalan raya dan fasilitas umum belum memberikan efek jera terhadap pemilik hewan ternak.

Selain dilengkapi dengan senjata bius, menurut dia, sanksi denda uang terhadap orang yang melepasliarkan hewan ternak harus lebih besar daripada denda sekarang.

“Sanksi denda sapi yang tertangkap di jalan raya dan fasilitas umum sebesar Rp1 juta terlalu ringan. Buktinya, masih banyak orang yang melepasliarkan sapi dan kerbaunya,” ujarnya.

Menyinggung soal rencana bupati setempat untuk menaikkan denda terhadap pemilik sapi yang melepasliarkan hewan ternaknya dari sebesar Rp1 juta menjadi sebesar Rp3 juta, dia mengatakan bahwa hal itu belum terealisasi.

Ia mengatakan bahwa sampai sekarang personelnya masih kesulitan untuk menertibkan kerbau karena badan hewan ternak tersebut terlalu besar.

“Badan kerbau terlalu besar sehingga menyulitkan petugas menangkapnya, kecuali kalau menggunakan senjata bius,” ujarnya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tertibkan Hewan Ternak, Satpol PP Minta Senjata Bius