26 Kelompok Masyarakat di Papua Barat Terima Dana Hibah

share on:

Ilustrasi peta Provinsi Papua Barat - Jubi/IST
Ilustrasi peta Provinsi Papua Barat – Jubi/IST
Sorong, Jubi – Sebanyak 26 kelompok masyarakat yang bergerak di bidang konservasi di Papua Barat menerima dana hibah untuk pelaksanaan program kelompok selama enam sampai 12 bulan.

Penerimaan dana hibah dalam inovasi small grand program tahap kedua tahun 2016 – 2017 merupakan kelanjutan program tahap pertama tahun 2015 – 2016.

Dana yang diterima tahap kedua ini berbeda tiap kelompok, yaitu berkisar antara 5.000 USD hingga 20.000 USD atau Rp 60 juta hingga Rp 220 juta.

Dengan itu diharapkan mereka terus berkarya dan melakukan kegaiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Meity Mongdong, BHS Capacity Building Manager memberikan penghargaan atas upaya yang telah dilakukan selama ini.

“Memang untuk memperoleh dana hibah ini tidaklah mudah. Ada tim independen yang terdiri dari peneliti dan akademisi yang dibentuk untuk seleksi proposal yang diajukan,” katanya di Sorong, Rabu (14/9/2016).

Sekali pun berupa dana hibah, kelompok masyarakat ini tetap didorong untuk membuat laporan penggunaan dana, sehingga mereka pun menerima pelatihan tentang pembuatan laporan dari penggunaan dana. Salah satunya Yayasan Nazareth Papua–yang menerima grand desain untuk upaya perlindungan dan monitoring duyung di Misool Utara, Raja Ampat.

Manajer Program Yayasan Nazareth Papua, Debora Nunuhuwei mengatakan dana ini sangat membantu pihaknya dalam menjalankan program yang ada.

“Kekuatan program kami adalah mengadakan konservasi adat duyung, dengan membuat sahabat duyung, tentu small grand ini sangat membantu kami dalam menjalankan program di masyarakat,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  26 Kelompok Masyarakat di Papua Barat Terima Dana Hibah