California Terapkan Upah Lembur Pekerja Pertanian

share on:
Pekerja migran memanen strawberi di perkebunan dekat Oxnard, California. Ventura County adalah dua dari wilayah dimana organisasi buruh berharap ketentuan yang melindungi hak-hak pekerja pertanian - Joe Klamar/AFP/Getty Images
Pekerja migran memanen strawberi di perkebunan dekat Oxnard, California. Ventura County adalah dua dari wilayah dimana organisasi buruh berharap ketentuan yang melindungi hak-hak pekerja pertanian – Joe Klamar/AFP/Getty Images

Sacramento, California, Jubi – California akan menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang mewajibkan para petani  (pemilik kebun) memberikan upah lembur kepada para pekerja lapangan dan pemanen buah.

Ketentuan upah lembur tersebut  ditandatangani Senin (12/9/2016) oleh Gubernur California, Jerry Brown.

Ketentuan itu mengatur upah lembur bagi para pekerja pertanian dari 2019 hingga 2022. Upah lembur diberikan jika jam kerja saat musim panen dapat mencapai 60 jam per minggu.  Hal itu akan mewajibkan para petani memberikan upah lembur setelah delapan jam per hari atau 40 jam per minggu terpenuhi.

“Kami meneteskan air mata kebahagiaan saat ini,” ujar Arturo Rodriguez, kepala Serikat Pekerja Pertanian, yang telah memperjuangkan delapan jam kerja per hari bagi para pekerja bidang pertanian selama bertahun-tahun.

Ketentuan baru itu akan menjadikan California sebagai negara pertama yang mewajibkan upah lembur bagi para pekerja pertanian yang bekerja lebih dari delapan jam per hari.

Di bawah ketentuan eksekutif 1970-an, para pekerja di negara bagian itu mendapatkan upah lembur setelah bekerja selama 60 jam per minggu atau sepuluh jam per hari. “Jam kerja enam hari selama satu minggu itu menyebabkan kerja shift yang melelahkan,” ujar Rodriguez.

Menurut laporan Universitas California, California mempekerjakan sekitar 800.000 orang pekerja tani musiman, sekitar sepertiga dari jumlah pekerja pertanian negara.

Perekonomian sektor pertanian merupakan yang terbesar di Amerika Serikat, dengan pendapatan senilai 47 miliar dolar Amerika pada tahun 2015.

Para pendukung ketentuan ini, termasuk anggota parlemen keturunan Latin/hispanik, yang orang tua mereka bekerja sebagai buruh migran dari Meksiko, mengatakan bahwa perubahan itu akan memperbaiki praktik-praktik tak adil yang telah berjalan selama bertahun-tahun.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  California Terapkan Upah Lembur Pekerja Pertanian