Dekat dengan Masyarakat, BKKBN Papua Gandeng Babinsa TNI

share on:
Suasana kegiatan Pentaloka Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI sebagai public relations dalam program KKBPK yang berlangsung di Grand Abe Hotel, Jayapura, Rabu (14/9/2016) – Jubi/Roy Ratumakin.
Suasana kegiatan Pentaloka Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI sebagai public relations dalam program KKBPK yang berlangsung di Grand Abe Hotel, Jayapura, Rabu (14/9/2016). – Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wilayah Papua menggandeng Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI untuk mensukseskan program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat Provinsi Papua.

Hal itu dikatakan Kepala Sub Bidang Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BKKBN wilayah Pusat Firdaus kepada wartawan di sela kegiatan Pentaloka Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sebagai Public Relations dalam Program KKBPK yang berlangsung di Grand Abe Hotel, Jayapura, Rabu (14/9/2016).

“Kegiatan ini tindak lanjut dari kesepakatan BKKBN dengan Panglima TNI di Jakarta beberapa waktu lalu, di mana kami bergandengan tangan dengan para Babinsa untuk mensukseskan program KKBPK di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Papua,” katanya.

Firdaus menambahkan, BKKBN menggandeng Babinsa TNI karena merekalah yang lebih dekat dengan masyarakat  di wilayah-wilayah terpencil.

“Mereka sebagai penyambung lidah untuk program KKBK kita, karena mereka memiliki desa binaan, kami masih memiliki keterbatasan tenaga lapangan, sehingga langkah ini kami ambil untuk mensukseskan program tersebut,” ujarnya.

Dikatakan bahwa para Babinsa TNI tersebut tidak diberikan honor dalam pelaksanaan tersebut sehingga pihaknya juga tidak terlalu memaksakan pihak Babinsa TNI untuk selalu memberikan sosialisasi terhadap masyarakat terkait dengan program tersebut.

“Evaluasinya akan kami lakukan per satu tahun, tidak dipaksanakan dalam satu tahun harus capai target, tetapi minimal ada yang bisa diberikan Babinsa TNI kepada masyarakat terkait program tersebut, karena selama ini masyarakat menganggap kami membatasi masyarakat untuk hanya memiliki dua anak saja, tetapi bagaimana pemahaman tersebut diubah,” katanya.

Firdaus berharap masyarakat berpartisipasi agar program KKBPK bisa sukses. Terutama kepada para pria, karena pria adalah kepala keluarga yang bisa mengatur jarak kehamilan dari perempuan.

“Kalau hal ini bisa dipahami oleh masyarakat maka ke depannya seluruh keluarga di Papua menjadi keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Firdaus menambahkan, BKKBN juga memiliki tanggung jawab berperan aktif pada penguatan pemahaman fungsi-fungsi keluarga, terutama dalam hal penguatan mental dan karakter seluruh anggota keluarga.

Di antaranya melalui program Bina Keluarga Balita (BKB) Holistik Integratif  agar terbentuk karakter anak sejak usia dini dan Generasi Berencana atau GenRe untuk remaja. Selain itu program untuk lansia, peningkatan ketahanan ekonomi keluarga UPPKS, dan pengembangan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS).

Ditempat terpisah, Kepala BKKBN Wilayah Papua, Charles Brabar mengatakan, selain menggandeng Babinsa TNI sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk mensukseskan program KKBPK.

“Semua pihak harus tahu program KB itu memiliki makna yang sangat tepat untuk memandang keluarga yang berkualitas,” katanya.

Ia tidak ingin pandangan orang terhadap BKKBN sebagai alat kontrasepsi. BKKBN, katanya, mengurus bagaimana keluarga tersebut sejahtera dari tiga aspek, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dekat dengan Masyarakat, BKKBN Papua Gandeng Babinsa TNI