Jalan Tertutup Lumpur, Warga Mindiptana Terisolir

share on:
Kondisi Jalan Mindiptana-Tanah Merah, Kabupaten Boven Digul - Istimewa
Kondisi Jalan Mindiptana-Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel – Istimewa

Jayapura, Jubi – Akibat ruas jalan Mindiptana – Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua tertutup lumpur setinggi dua meter, masyarakat di daerah itu terisolir dan berdampak pada perekonomian.

Riski, salah seorang sopir lajuran Merauke-Boven Digoel kepada wartawan melalui telepon seluler, mengatakan hal tersebut sudah terjadi selama dua bulan. Kondisi ini selain menyebabkan aktivitas warga terganggu juga berdampak pada kondisi perekonomian yang tidak stabil.

“Masyarakat terisolir, dan harga bahan kebutuhan pokok naik hingga mencapai 50 persen dari harga normal,” kata Riski, di Jayapura, Rabu (14/9/2016).

Menurut ia, jalan yang rusak terdapat di 12 titik yang jaraknya kurang lebih 78 kilometer, dan terdapat satu titik dimana sering terjadi longsor hingga menutupi ruas jalan. Hal ini disebabkan curah hujan di wilayah selatan tinggi selama dua bulan terakhir.

“Hampir setiap hari hujan, makanya jalan ruas jalan yang belum aspal menjadi becek dan berlumpur, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. Bahkan jalan yang beraspal pun rusak akibat diguyur hujan,” ucapnya.

Ia katakan, jika dalam kondisi normal jarak antara Mindiptana-Tanah Merah dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam 20 menit dengan menggunakan mobil atau motor. Namun saat ini, setiap warga harus menunggu selama enam hari.

“Justru dengan berjalan kaki jauh lebih cepat. Penduduk asli disini justru biasa jalan kaki selama kurang lebih dua atau tiga hari kalau mau ke Tanah Merah begitu pun sebaliknya,” kata Riski.

Hal senada dilontarkan Kristin, warga Mindiptana. Dirinya mengaku, kejadian ini sangat meresahkan, apalagi harga kebutuhan pokok sudah naik signifikan dari biasanya.

“Ini sangat meresahkan kami. Kebutuhan pokok seperti beras yang dulu dijual Rp10 ribu perkilo, sekarang menjadi Rp20 ribu. Begitu juga dengan bensin kalau dulu kita beli eceran cuma Rp6500, sekarang jadi Rp15 ribu,” katanya.

Menanggapi itu, dirinya berharap perhatian pemerintah dengan segera mengambil tindakan perbaikan terhadap jalan yang rusak, mengingat ke Mindiptana-Tanah Merah hanya melewati ruas jalan ini.

“Ini satu satunya akses kami untuk ke kota membeli kebutuhan sehari hari, kalau dibiarkan kami akan semakin hidup susah, barang barang mahal, aktivitas kami juga jadi terhambat,” ucapnya.

Dia menambahkan sejak di lantik oleh Gubernur Papua, Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel belum pernah turun langsung melihat kejadian ini, padahal kondisi jalan rusak parah. “Sekarang kami sebagai warga menagih janji bapak berdua waktu Pilkada untuk membangun kampung kami,” katanya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jalan Tertutup Lumpur, Warga Mindiptana Terisolir