PACER Plus Berisiko Rugikan Negara-negara Kecil Pasifik

share on:

Oro, Jubi – Negara-negara kecil Kepulauan Pasifik harus jeli menganalisa butir-butir perjanjian perdagangan bebas PACER Plus. Jangan sampai perjanjian regional mempersulit pengambilan keputusan pemerintah.

Gubernur Oro, Gary Juffa
Gubernur Oro, Gary Juffa — pina.com.fj

Gubernur Oro di Papua Nugini, Gary Juffa mengatakan negara-negara kecil ini tidak bisa begitu saja menandatangani perjanjian PACER Plus tanpa memahami dampaknya bagi ekonomi rakyat di negara tersebut.

Baru-baru ini beredar sebuah dokumen laporan analisis yang berjudul “Mempertahankan Cara Hidup Ala Orang Pasifik: Masukan dari masyarakat yang terkena dampak” membeberkan risiko-risiko yang akan ditanggung rakyat kecil jika perjanjian PACER Plus diberlakukan.

PACER Plus akan mempengaruhi sistem kesehatan, hak terhadap pangan, industri kecil, tenaga kerja terdidik, dan lainnya. “Laporan ini menekankan pentingnya pemikiran yang matang sebelum negara-negara Pasifik ini menyetujui PACER Plus,” ujarnya.

PACER Plus sama saja dengan perjanjian perdagangan lainnya. Banyak risiko yang harus ditanggung negara-negara kecil di Pasifik jika mereka harus membuka pintu ekonominya seluas itu tanpa ada proteksi.

Gary Juffa sangat mendukung keputusan Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’ Neill untuk menarik diri dari perjanjian PACER Plus.

Menurut dia, Papua Nugini bisa mendapat keuntungan lebih dari perjanjian dagang yang dilakukan secara bilateral ketimbang perjanjian regional seperti PACER Plus.

Selain Papua Nugini, Fiji juga telah menarik diri dari PACER Plus pada akhir pekan lalu. Sementara, Vanuatu kini sedang meninjau ulang kepesertaannya dalam negosiasi PACER Plus yang didominasi Australia dan Selandia Baru itu.

Langkah yang dilakukan ketiga negara tersebut bertujuan memproteksi perdagangan dalam negeri ketimbang membuka pintu perdagangan seluasnya yang bisa berdampak pada kerugian rakyatnya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : pina.com.fj
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PACER Plus Berisiko Rugikan Negara-negara Kecil Pasifik