Peran Keluarga Sangat Berpengaruh Terhadap Pendidikan Anak

share on:
Kepala Bidang Pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Cliford Korwa saat menghadiri acara kelulusan di PAUD Sekolah Anak Bijak beberapa waktu lalu. – Jubi/Roy Ratumakin
Kepala Bidang Pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Cliford Korwa saat menghadiri acara kelulusan di PAUD Sekolah Anak Bijak beberapa waktu lalu. – Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – Anak didik bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau tenaga pendidik semata, tetapi juga tanggung jawab orang tua wali murid. Karena dengan begitu posisi orang tua, sekolah, dan tenaga pendidik bisa selaras dengan yang dikerjakan.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Jayapura Cliford Korwa di Jayapura, Selasa (13/9/2016). Dikatakan, pendidikan keluarga merupakan “tri sentra pendidikan” dalam pembentukan karakter anak yang berbudaya, mulai tingkat PAUD hingga SLTA.

“Proses belajar anak dimulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, hal itu juga berdasarkan Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 yang menghendaki semua pendidikan keluarga mulai dilakukan dari keluarga di rumah,” katanya.

Prestasi anak, katanya, bisa hebat bila melibatkan orang tua di sekolah. Karena peranan keluarga, sekolah, dan pihak lainnya memiliki keterkaitan untuk mengembangkan diri anak dalam proses pembelajaran.

“Melibatkan orang tua, artinya anak didik bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan tenaga pendidik,” katanya.

Hal ini, menurutnya, dilakukan untuk sinkronisasi dalam pendidikan anak di sekolah. Sebab selama ini orang tua hanya sekali saat penerimaan rapor melakukan pertemuan dengan pihak sekolah. Namun dengan adanya pendidikan keluarga, setiap saat orang tua khususnya yang memiliki waktu luang bisa mendampingi anak-anaknya di sekolah.

Lastri, tenaga pendidik di PAUD Sekolah Anak Bijak (SAB) Jayapura mengatakan, pihaknya selalu melakukan kerjasama dengan orang tua dalam mendidik anaknya.

“Di sekolah kami ada namanya buku kasih atau buku penghubung antara guru dan orang tua wali murid, di buku tersebut kami akan menulis semua yang dilakukan anak didik selama di sekolah, sehingga bisa ditindaklanjuti oleh orang tua di rumah,” katanya.

Hal tersebut perlu dilakukan agar orang tua wali murid juga mengetahui aktivitas yang dilakukan anaknya di sekolah.

“Bagi orang tua yang mempunyai banyak waktu luang mereka sudah tahu apa yang dilakukan anak-anak mereka, karena mereka juga turut terlibat dalam proses di sekolah,” katanya.

Namun bagi orang tua yang sibuk ada panduan di buku kasih tersebut. Cara tersebut, menurutnya, dilakukan agar hubungan antara sekolah, guru, dan orang tua wali murid bisa terjaga dengan baik untuk tumbuh kembang anak. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Peran Keluarga Sangat Berpengaruh Terhadap Pendidikan Anak