Tahun Ini, Cipta Karya Tak Kerjakan Fisik

share on:
Kepala Bidang Cipta Karya dan Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Papua, Yan Ukago - Jubi/Alex
Kepala Bidang Cipta Karya dan Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Papua, Yan Ukago – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Cipta Karya dan Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Papua Yan Ukago, mengatakan tahun ini pihaknya tidak ada mengerjakan pekerjaan fisik, tetapi lebih pada menyusun Detail Engineering Design (DED) penyediaan air bersih kepada masyarakat melalui jaringan pipa.

“Di APBD Perubahan 2016, Cipta Karya hanya mendorong penyusunan DED untuk penyediaan air bersih kepada masyarakat, tidak ada pekerjaan fisik,” kata Ukago kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (14/9/2016).

Ia jelaskan, DED yang dibuat pihaknya saat ini untuk penyediaan air bersih jaringan pipa di beberapa kabupaten, diantaranya Intan Jaya, Jayawijaya dan Kepulauan Yapen.

“Memang untuk tingkat provinsi kami sifatnya mengusulkan DED saja. Kalau sudah, maka kami akan serahkan ke APBN Cipta Karya untuk dikerjakan oleh Satuan Kerja (Satker) Air Bersih yang koordinasinya berada langsung dibawah Kementerian Pekerjaan Umum,” ucapnya.

Menurut Ukago, sebagian besar upaya penyediaan air bersih Dinas PU dibiayai dari dana otonomi khusus, dan juga di dukung dengan dana alokasi khusus yang selebihnya langsung dikelola pemerintah kabupaten.

Sementara Dinas PU Papua hanya menyiapkan perencanaan, sekaligus melakukan monitoring apakah perencanaan yang dibuat dijalankan dengan baik atau tidak. Disamping itu, Bidang Cipta Karya pun memastikan apakah air bersih yang ada di kampung tersebut, sudah fungsional atau belum.

“Sebab ada banyak juga pembangunan untuk penyediaan air bersih tapi belum tentu sudah fungsional. Karena kalau sudah fungsional itu berarti air masuk mengalir sampai ke rumah. Tetapi jika tak mengalir hingga ke rumah berarti masih belum sehingga perlu ada penanganan lagi,” kata Ukago.

Dia menambahkan setiap perencanaan kegiatan yang dilakukan melalui dana DAU maupun DAK nantinya akan dimonitor mulai 2017, mengingat untuk penanganan air bersih tidak ditangani oleh satu sumber dana saja. Apalagi kalau satu distrik ada banyak kampung.

“Hanya untuk penanganan air bersih ini juga bisa ditangani oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) karena mereka melakukan persediaan air baku. Tinggal nanti pengambilan dari situ (air baku) ke pipa utama baru di danai dari APBN Cipta Karya Kementerian PU. Kemudian nanti dari pipa untuk didistribusikan ke beberapa kampung anggarannya masuk di provinsi yang rencananya pada 2017 atau 2018 mendatang,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua Mikael Kambuaya, mengatakan masyarakat Papua yang telah menikmati air bersih baru mencapai 30 persen. Dimana jumlah tersebut masih sangat minim jika dibanding target nasional.

Meskipun demikian, target nasional untuk 2018 atau 2019 ketersediaan air bersih kepada masyarakat di Papua harus mencapai 100 persen.

“Masih minimnya pelayanan air kepada masyarakat disebabkan kabupaten tidak menyiapkan perencanaan teknis. Sebab perencanaan teknis dari kabupaten akan dibawa ke pemerintah pusat untuk mendapat anggaran pelayanan air bersih,” kata Kambuaya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tahun Ini, Cipta Karya Tak Kerjakan Fisik