Anggaran Pembangunan Awal Pabrik Petatas Rp2 Miliar

share on:
Ilustrasi Anggaran - IST
Ilustrasi Anggaran – IST

Jayapura, Jubi – Ketua Komisi II DPR Papua bidang ekonomi kerakyatan, Deerd Tabuni menyatakan, anggaran tahap awal pembangunan pabrik petatas (ubi jalar) di Distrik Skamto, Kabupaten Keerom senilai Rp2 miliar.

Ia mengatakan, anggaran pembangunan tahap awal pabrik petatas itu telah dimasukkan dalam anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau APBD Perubahan Papua yang disahkan eksekutif dan legislatif dalam paripurna di DPR Papua, akhir pekan lalu.

“Kami bersyukur Pemprov Papua dan DPR Papua menyepakati anggaran tahap awal pembangunan pabrik petatas. Anggaran itu nantinya akan dipakai untuk pembersihan lahan seluas kurang lebih 10 hektar dan pembangunan awal peletakan batu pertama,” kata Deerd, Kamis (15/9/2016).

Diperkirakan, pembangunan pabrik petatas dari awal hingga penyelesaian akan menghabiskan anggaran senilai Rp7-Rp10 miliar. Dalam APBD Induk 2017 mendatang, DPR Papua akan kembali mengusulkan anggaran pembangunan pabrik.

“Dalam drafnya itu anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp7 miliar. Tapi bisa saja meningkat, karena itu perkiraan sejak 2008 lalu. Kami harap dalam APBD Induk 2017 dianggarkan untuk penyelesaian pembangunan. Jangan hanya kerja setengah,” ucapnya.

Katanya, sejak 2008, pemerintah pusat telah memberikan bantuan mesin pengelolaan petatas kepada Pemprov Papua. Namun hingga kini mesin itu belum beroperasi lantaran gedung pabrik belum dibangun.

“Kalau nanti pabrik sudah dibangun, hasil kebun masyarakat bisa diolah untuk dijadikan berbagai bahan makanan. Misalnya mie, kue dan lainnya,” katanya.

Terpisah, anggota Komisi II, Nikius Bugiangge mengatakan, mengenai pengelolaan pabrik nantinya, kembali kepada pemerintah setempat. Apakah akan mengelola pabrik itu sendiri atau memberikan kepercayaan kepada pihak ketiga.

“Kedepan kami juga akan berupaya mendorong agar di wilayah pegunungan dan pesisir lainnya, juga dibangun pabrik petatas,” kata Nikius.

Katanya, dengan berdirinya pabrik petatas itu, selain bisa menampung hasil kebun masyarakat, juga berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Anggaran Pembangunan Awal Pabrik Petatas Rp2 Miliar