Apapun Alasannya, Penanganan Kasus Aktivis Solpap Harus Transparan

share on:
Almarhum Robert Jitmau -Jubi/Doc
Almarhum Robert Jitmau -Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Laurenzus Kadepa, anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum dan HAM menyatakan, apapun alasannya, kasus meninggalnya Robert Jitmau, aktivis Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) yang selama ini memperjuangkan pembangunan pasar permanen untuk pedagang asli Papua harus diusut tuntas.

Ia mengatakan, kasus ini harus diungkap sejujur-jujurnya dan bisa memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban. Siapapun pihak yang berada dibalik meninggalnya Robert Jitmau harus diungkap.

“Saya pikir pihak keluarga korban mau itu. Kasus ini harus diungkap sejujur-jujurnya, siapapun pihak yang terlibat. Jangan ditutup-tutupi,” kata Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Rabu (14/9/2016).

Ia tak yakin, meninggalnya pria yang akrab disapa Rojit itu murni karena kecelakaan seperti hasil penyelidikan polisi.

“Kami mau entah ada keterlibatan pihak Jakarta, pihak di Papua atau tidak, namun kasus meninggalnya Rojit harus diselesaikan dengan benar, adil, jujur dan bertanggungjawab,” ucapnya.

Katanya, jangan ada yang ditutup-tutupi dalam kasus itu. Siapapun pihak yang terlibat baik langsung maupun tak langsung, harus diungkap dan diproses hukum. Berikan keluarga korban rasa keadilan.

“Saya rasa wajar kalau banyak pihak-pihak terutama yang ada di Papua menduga kalau ada skenario dibalik meninggalnya Rojit. Apalagi selama ini almarhum vokal menyuarakan pembangunan pasar permanen mama-mama Papua,” katanya.

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai juga menduga ada hal tak wajar terkait meninggalnya Rojit. Ia mengatakan, Komnas HAM RI menemukan empat temuan meninggalnya Rojit.

“Empat temuan itu akan mengungkap siapa aktor dibalik pembunuhan aktivis Solpap Robert Jitmau. Kami menduga ada kepentingan pemerintah pusat ihwal pembangunan pasar permanen mama-mama Papua,” kata Natalius Pigai di Sorong, Papua Barat akhir pekan lalu. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Apapun Alasannya, Penanganan Kasus Aktivis Solpap Harus Transparan