Di Balik HUT PNG 16 September

share on:

Port Moresby, Jubi – Papua Nugini merayakan peringatan hari kemerdekaannya pada 16 September 2016 yang ke-41.  Bapak pendiri Papua Nugini, Sir Michael Thomas Somare menjelaskan mengapa dirinya memilih tanggal tersebut sebagai hari kemerdekaan Papua Nugini.

Perayaan kemerdekaan Papua Nugini tahun lalu. -- RNZI
Perayaan kemerdekaan Papua Nugini tahun lalu. — RNZI

Dalam sebuah pertemuan di Wewak, Somare mengatakan bahwa tanggal 16 September menyimbolkan beberapa peristiwa penting di negara itu yang mencirikan perdamaian dan stabilitas selama perang dunia II berkecamuk.

Kemenangan pasukan sekutu dalam pertempuran di Lautan Karang, Pertempuran di Milne Bay pada 25 Agustus – 7 September 1942 dan menyerahnya pasukan Jepang di Cape Wom, dekat Wewak yang menandai berakhirnya perang di Papua Nugini pada 13 September 1945.

“Jadi, 16 September adalah hari perdamaian sehingga saya memilih tanggal tersebut sebagai hari perdamaian bagi Papua Nugini untuk merebut kemerdekaannya,” ujar Somare di sela mempersiapkan pidato peringatan kemerdekaannya di Wewak.

Pidato yang akan disampaikan Somare adalah pidato terakhir yang akan ia sampaikan sebelum ia pension dari panggung politik nasional. Somare muda tidak pernah terpikir menjadi politikus, ia meniti karirnya sebagai seorang guru dan penyiar berita. Hingga akhirnya Sir Pita Lus (yang kemudian kelak menjadi anggota parlemen dari Dreikikir) mengajak Somare bergabung dalam politik pada tahun 1967. “Saya tidak sangka ternyata bisa bertahan hingga 48 tahun di dunia politik seperti sekarang ini,” katanya.

Perayaan hari kemerdekaan tahun ini juga disebut istimewa karena untuk pertama kalinya perayaan juga akan dilangsungkan di Paris, Prancis. Kepala Misi Diplomatik PNG di Uni Eropa, Joshua Kalinoe mengatakan bahwa perayaan kemerdekaan akan dilakukan secara besar-besaran sebagai bagian dari strategi kedutaan lebih menghadirkan Papua Nugini di tengah masyarakat Eropa.

Mereka menggelar berbagai acara kebudayaan dalam rangka mempromosikan perdagangan dan pariwisata Papua Nugini di Eropa. Sejumlah produk khas Papua Nugini akan turut dipamerkan seperti kopi, cokelat, tuna kalengan, kerajinan tangan, keranjang khas Oro dan Sepik juga akan turut dipamerkan. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : postcourier.com.pg
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Balik HUT PNG 16 September