Dinkes Nabire Lakukan Pengobatan Kaki Gajah Oktober 2016

share on:
Ilustrasi penderita filariasis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kekurangan 4.790 dus air mineral untuk menunjang program bulan pengobatan filariasis (penyakit kaki gajah). – who.int
Ilustrasi penderita filariasis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kekurangan 4.790 dus air mineral untuk menunjang program bulan pengobatan filariasis (penyakit kaki gajah). – who.int

Nabire, Jubi – Menindaklanjuti program pemerintah pusat, warga Indonesia harus bebas kaki gajah hingga tahun 2020, Kabupaten Nabire akan melakukan pengobatan massal pada Oktober 2016 nanti.

“Oktober nanti akan dilaksanakan pemberian obat guna mencegah dan menghalangi penyebaran penyakit kaki gajah ,” kata Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Nabire Yulian Agapa kepada Jubi di Nabire, Kamis (15/9/2016).

Sasaran pemberian obat ini untuk pencegahan, dan diminum sekali dalam setahun. “Namun obat ini tidak boleh diberikan pada bayi, anak di bawah dua tahun, dan ibu hamil,” jelasnya.

Pemberian selain dilakukan pada pos-pos khusus yang dibuka oleh Dinkes Nabire, warga juga dapat menerima obat itu di puskesmas-puskesmas terdekat.

“Karena bila sudah terjadi pembesaran pada kaki, kelamin dan tangan, berarti mereka sudah terinfeksi,” katanya.

Rencananya, Dinkes Nabire akan memberikan di beberapa tempat antara lain, Goni, Samabusa, Kamarisano, Siriwini, Nabarua serta Waroki.

Dengan ditetapkan Oktober sebagai Bulan Eliminasi Kaki Gajah, dapat mengurangi angka penyebaran kaki gajah di kabupaten itu. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinkes Nabire Lakukan Pengobatan Kaki Gajah Oktober 2016