Kesadaran Wajib Pajak Manokwari Rendah

share on:

Ilustrasi
Ilustrasi
Manokwari, Jubi – Kesadaran wajib pajak di beberapa daerah wilayah kerja kantor Pajak Pratama Manokwari, Papua Barat, masih sangat rendah.

Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Manokwari Vincentius Sukamto di Manokwari, Kamis (15/9/2016) mengatakan wilayah kerja KPP Manokwari meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

Ia mengungkapkan dari 90 ribu wajib pajak dari lima kabupaten tersebut, pada tahun 2015 hanya lima ribu yang memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Penerimaan pajak di KPP Manokwari pada tahun 2015 hanya mencapai Rp1,1 triliun.

Vincentius menjelaskan lima ribu pembayar pajak tahun 2015 tersebut di dominasi oleh kalangan karyawan swasta dan pegawai pemerintahan.

Sementara terkait besaran nilai pajak, ia mengutarakan penerimaan pajak terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pajak itu bersumber dari instansi pemerintahan, perdagangan serta jasa konstruksi.

Sementara itu, sektor pertambangan menyumbang cukup besar pajak di daerah tersebut.

Pajak pertambangan yang selama ini masih menjadi andalan adalah berasal dari pertambangan LNG Tangguh yang beroperasi di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Sektor pengolahan pun mulai merangkak. Pendorong utama penerimaan pajak di sektor pengolahan adalah keberadaan Pabrik Semen Maruni, Manokwari milik PT SDIC Papua Cement Indonesia,” katanya.
Dia merinci, pajak pertambangan dari LNG Tangguh Bintuni menyumbang sekitar lima persen penerimaan pajak di Manokwari.

Begitu pun industri pengolahan dan perdagangan, sisanya berasal dari subsektor perhotelan, tempat hiburan, reklame dan sumber pajak lainya.

Vincentius berharap kebijakan tax amnesti atau pengampunan pajak yang diberikan pemerintah bisa memacu penerimaan pajak di daerah tersebut.

Ia ingin sektor ekonomi di lima kabupaten tersebut terus tumbuh.

“Di daerah lain, sektor perdagangan sudah mencapai hampir 30 persen, kita disini baru lima persen. Sangat jauh selisihnya,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kesadaran Wajib Pajak Manokwari Rendah