Panen Gadu, 1.000 Ton Beras Diserap Bulog Merauke

share on:
Para petani sedang menggiling gabah mereka di tempat penggilingan beras. Jubi/Frans L Kobun
Para petani sedang menggiling gabah mereka di tempat penggilingan beras. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Sebagian petani di kampung-kampung terutama di lokasi eks transmigrasi, sudah mulai memanen gabah pada musim gadu atau musim tanam kedua ini. Hasil gabah mereka, telah dikeringkan, digiling menjadi beras dan dijual ke Bulog Sub Divre Merauke.

Kepala Bulog Sub Divre Merauke, Zaid El Sabali kepada Jubi Kamis (15/8/2016) membenarkan telah menyerap beras dari petani. “Kami sudah mulai melakukan pembelian melalui para mitra kerja sejak pertengahan Agustus 2016 silam,” ujarnya.

Terhitung sampai September, kurang lebih 1.000 ton beras dibeli dari petani. Secara umum, itu adalah hasil panen petani pada musim gadu. “Memang ada juga beras dari hasil rendengan, tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak,” katanya.

Dengan demikian, total keseluruhan penyerapan beras dari Januari-September 2016, mencapai 26.000 ton lebih. “Saya memastikan jika target 29.000 ton lebih, dipastikan akan tercapai. Karena puncak panen gadu, baru akan berlangsung awal Oktober mendatang,” tuturnya.

Diakui dari pemantauan yang dilakukan, musim tanam kedua (gadu) tahun ini, jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelum. Karena curah hujan sangat mendukung.

Sementara salah seorang rohaniawan Katolik, Bruder Johny Kilok mengaku persoalan yang dihadapi dalam melakukan pendampingan kepada petani adalah kekurangan alat pertanian seperti handtraktor.

Ada semangat dari masyarakat asli Papua, tetapi peralatan yang tak mendukung. Olehnya, perlu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke,” pintanya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Panen Gadu, 1.000 Ton Beras Diserap Bulog Merauke