Presiden Peru Khawatirkan Kerjasama Kereta Api dengan Tiongkok

share on:
Ilustrasi jalur kereta api wisata komersial di Peru - IST
Ilustrasi jalur kereta api wisata komersial di Peru – IST

Lima, Jubi – Presiden Peru, Pedro Pablo Kuczynski mengatakan proposal jalur kereta api lintas benua, yang diajukan Tiongkok untuk memangkas biaya angkutan barang Brasil ke Asia, terlalu mahal dan konstruksinya membahayakan lingkungan.

Peru dan Tiongkok menyepakati uji kelayakan jalur kereta api sepanjang 5.300 kilometer, yang akan menghubungkan pesisir Atlantik Brasil dengan pelabuhan Peru di Pasifik, tahun lalu pada masa pemerintahan pendahulu Kuczynski, Presiden Ollanta Humala.

Ahli lingkungan mengatakan bahwa kegiatan itu akan melintasi Amazon dan Andes sehingga dikhawatirkan merusak kawasan hutan hujan dan mengganggu penduduk asli di wilayah tersebut.

Kucznynski, yang baru menduduki jabatannya pada Juli, dalam wawancara dengan lembaga penyiaran RPP dari Beijing mengatakan bahwa dia cemas terhadap rencana kereta api dengan Tiongkok itu.

“Saya mengatakan kepada mereka tanpa menentang bahwa kereta lintas-amazon itu sangat mahal dan dapat memberi dampak terhadap lingkungan, sehingga harus ditangani dengan hati-hati,” kata Kunzcynski tanpa memberi perincian lebih lanjut.

Kunzcynski mengatakan bahwa perusahaan kereta api Tiongkok, yang tidak disebut namanya, tertarik membangun kereta komuter di pesisir tengah Peru yang sudah disetujuinya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan infrastruktur.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Presiden Peru Khawatirkan Kerjasama Kereta Api dengan Tiongkok