Rafael Kapura, Doktor Pertama Orang Papua dari UI

share on:
Doktor Pertama Orang Kimaam, Rafael Kapura. Jubi/Frans L Kobun
Doktor Pertama Orang Kimaam, Rafael Kapura. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Rafael Kapura, pria kelahiran Kampung Bamol, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, berhasil mempertahankan disertasinya   untuk mendapatkan promosi  doktor di Universitas Indonesia (UI) pada 19 Agustus 2016.  Disertasi  itu dengan judul  studi kasus politik anggaran dana Respek Rp 100 juta tiap kampung saat kepemimpinan Barnabas Suebu menjadi Gubernur Papua.

Rafael Kapura menjadi doktor orang Papua pertama yang menyelesaikan studi S3 di UI.

Saat ditemui Jubi di Swisbelt Hotel Rabu (14/9/2016), pria yang berpenampilan sangat sederhana itu mengungkapkan, setelah menyelesaikan studi S2 di Universitas Samratulang-Manado dari tahun 2005-2007, dirinya melanjutkan studi di UI dari tahun 2010-2016.

Selama setahun, Rafeal mendapatkan teori  di kampus dan lima tahunnya lagi  melakukan riset atau penelitian tentang politik anggaran di Provinsi Papua dan Papua Barat. Hasil riset yang ada, akhirnya berhasil dipertanggungjawabkan dihadapan penguji.

Setelah disertasi berhasil dipertahankan, akhirnya dijadikan acuan oleh  Dirjen Kementerian Otonomi Daerah  serta Kementerian Polhukam Desk Papua untuk evaluasi dana Rp 1 miliar yang diturunkan setiap desa dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Saya sudah bertemu Dirjen Otda, Juhermanzah Johan yang juga penguji serta Kementerian Polhukam Desk Papua. Banyak hal telah dibicarakan dan  saya diberikan tugas serta tanggungjawab  ikut melakukan pengawasan anggaran Rp 1 miliar tiap kampung,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, penggunaan anggaran tidak tepat sasaran. Sehingga terus menimbulkan reaksi protes dari berbagai kalangan, terutama masyarakat sebagai penerima manfaat, sehingga pengelolaan keuangan, harus dimaksimalkan.

“Saya juga mengharapkan kepada Presiden Jokowi agar memangggil para bupati/walikota dan gubernur untuk membicarakan tentang penguatan kembali tentang pengelolaan keuangan. Sehingga bisa dipahami  baik,” pintanya.

Sementara Tokoh Masyarakat Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka menambahkan, dirinya juga ikut memberikan motivasi dan dorongan kepada Rafael Kapura agar cepat menyelesaikan studi doktornya di Universitas Indonesia.

“Kita semua akui bahwa doktor pertama orang Marind adalah Rafael, anak kampung yang lahir di Pulau Terapung Kimaam. Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua,” katanya. (*)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Rafael Kapura, Doktor Pertama Orang Papua dari UI