Sidang DPRD Kota Jayapura Ditunda, Ini Kata BK

share on:

Suasana ruang sidang DPRD Kota Jayapura. Sidang pembahasan rancangan APBD 2016 sedianya digelar Kamis (15/9/2016) ditunda karena sebagian besar anggota tak hadir - Jubi/Hengky Yeimo
Suasana ruang sidang DPRD Kota Jayapura. Sidang pembahasan rancangan APBD 2016 sedianya digelar Kamis (15/9/2016) ditunda karena sebagian besar anggota tak hadir – Jubi/Hengky Yeimo
Jayapura Jubi – Sidang DPRD Kota Jayapura untuk pembahasan rancangan perubahan APBD tahun 2016 sedianya digelar Kamis (15/9/2016) terpaksa ditunda karena 26 orang dari 40 anggota DPRD tidak hadir.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Jayapura Christomus Wamuar mengatakan sepanjang fraksi tidak mengajukan keberatan kepada BK, maka hal itu tidak melanggar.

“Selama ini kami diam karena tidak ada laporan yang masuk dari setiap anggota, dari ketua DPRD sekalipun. Kalau ada tetap kami ambil alih,” katanya di Jayapura, Kamis (19/9/2016).

Menurut dia penundaan ini memberikan pelajaran kepada semua anggota DPRD. “BK ada dibawa DPRD Kota Jayapura. BK tidak akan bekerja jika tidak ada perintah. Saya mau bilang ini bukan pembiaran, tetapi tergantung dari anggota DPRD itu sendiri, sebab selama ini tidak ada usulan untuk BK sehingga kita belum bisa bilang perlindungan ada dari ketua, kepada oknum yang tidak hadiri sidang,” katanya.

Ketua DPRD Kota Jayapura Lievelin Louis Ansanai ketika dikonfirmasi terkait penundaan tersebut enggan memberikan komentar.

Penjabat Wali Kota Jayapura Daniel Pahabol menyarankan agar wakil rakyat memahami kondisi Kota Jayapura dan sama-sama memahami tugas dan fungsinya.
“Saya berharap DPRD tidak boleh terpengaruh oleh lingkungan. Tetapi tetap fokus pada tugasnya untuk melayani masyarakat dan bagaimana memerjuangkan hak-hak masyarakat,” kata Daniel.

Kita sebagai pemimpin harus berikan teladan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, baik ASN maupun anggota DPRD jangan maunya dininabobokan seperti anak kecil,” lanjutnya.

Menurut Daniel tanggung jawab pemimpin dan wakil rakyat adalah membina masyarakat.

Sementara tokoh agama John Baransano menilai penundaan sidang ini sebagai bukti ketidakdewasaan anggota dewan.

“Kami mau agar mereka hadir dalam proses-proses penting yang dilakukan oleh lembaga DPRD, yang notabene adalah representasi dari masyarakat,” kata Baransano.

Menurut dia jika anggota DPRD tidak dewasa maka ketua fraksi bisa mendorong anggota untuk mengikuti sidang sebab DPRD adalah wakil rakyat yang harus bermitra dengan pemerintah.

“Sura rakyat adalah suara Tuhan sehingga DPRD harus menggunakan jabatannya dengan baik. Penundaan sidang ini tidak seharusnya terjadi, sebab anggota dewan harus ada kedewasaan,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sidang DPRD Kota Jayapura Ditunda, Ini Kata BK