Dukungan Dunia Makin Terbuka, KNPB Gelar Mimbar Bebas 19 September

share on:
Agus Kossay, Ketua I KNPB di akhir acara Acara Doa Syukur dan Terima Kasih KNPB kepada PCWP, Jumat (9/9/2016) – JUBI/Zely Ariane
Agus Kossay, Ketua I KNPB di akhir acara Acara Doa Syukur dan Terima Kasih KNPB kepada PCWP, Jumat (9/9/2016) – JUBI/Zely Ariane

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) akan kembali gelar aksi damai dalam bentuk mimbar bebas, Senin (19/9/2016) mendatang. Mimbar kali ini ditujukan untuk menyosialisasikan capaian perjuangan West Papua di panggung internasional.

Bertambahnya dukungan terhadap perjuangan hak politik rakyat Papua di panggung internasional disambut KNPB dengan mimbar bebas pada Senin (19/9) mendatang, di Lapangan Asrama Uncen Rusunawa Perumnas III Waena pukul 09.00.

Aksi serupa juga akan dilakukan serentak oleh KNPB di wilayah-wilayah lainnya di seluruh Papua.

“Kebenaran yang diperjuangkan oleh bangsa Papua sudah mendapat dukungan lebih luas dari MSG. Setelah sebelumnya negara Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan FLNKS, kini rakyat Papua menyambut dukungan dari Tuvalu, Republik Nauru, Kerajaan Tonga, dan Republik Kepulauan Marshal,” demikian menurut Agus Kossay dalam pernyataan yang diterima redaksi, Jumat (16/9/2016).

Kossay juga mengapresiasi pembentukan Koalisi Pasifik untuk West Papua (PCWP) di Honolulu, Hawaii, baru-baru ini. “Pemimpin negara-negara Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia bersatu mendukung masalah West Papua hingga ke PBB, bersama-sama dengan para pemimpin Pasific Islands Forum (PIF),” ujarnya.

Baca juga KNPB: Dukungan Pasifik Meluas, Indonesia ‘Maju Kena Mundur Kena’

Seperti dikatakan Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai (14/9),  lima (5) negara anggota PIF siap membawa persoalan politik West Papua ke Komite Dekolonisasi PBB, serta mengangkat masalah pelanggaran HAM West Papua di sidang Majelis Umum PBB di New York yang saat ini sedang berlangsung.

Baca juga Charlot Salwai: Pemimpin Pasifik Sepakat Bawa Isu Papua Ke PBB

Berkembangnya dukungan berbagai elemen politik dan sosial akar rumput di Pasifik, dikatakan Kossay adalah bukti bahwa masalah West Papua memang sudah menjadi bagian perjuangan masyarakat Pasifik.

“Mereka sudah tegaskan bahwa masalah ini (hak politik West Papua) bukan masalah MSG (saja) tetapi Pasifik Utara dan Selatan. Mereka akui akar masalah West Papua. Mereka tegaskan dan akui ULMWP sebagai satu-satunya wadah representasi perjuangan bangsa Papua di Pacific Coalition for West Papua (PCWP),” kata Kossay.

Ke depan, lanjutnya, dukungan dari negara-negara di Afrika dan Karibia juga Asia  akan bertambah.

Kossay juga menjelaskan bahwa Pemerintah Solomon dan Vanuatu akan memfasilitasi kegiatan terkait isu West Papua di sela-sela Sidang Umum PBB.  “Untuk pertama kalinya ULMWP akan pidato di PBB,” ujar Kossay yang sebelumnya (9/9) sempat mengatakan bahwa kedua pemerintahan itu akan memberi kesempatan pidato pada wakil ULMWP di Sidang Umum tersebut.

Seperti dilansir oleh kantor berita Perdana Menteri Solomon hari ini (16/9), Manasseh Sogavare sedang bertolak menuju New York untuk hadiri Sidang Majelis Umum PBB (UNGA). “Sogavare akan menyampaikan pidato pada Sesi Debat Umum 23 September pukul 5PM waktu setempat. Isu West Papua adalah salah satu yang akan diangkat,” demikian rilis dari kantor berita tersebut.

Di sela-sela UNGA ke-71 itu nanti, Sogavare akan menggelar pertemuan Forum Pemimpin Kepulauan Pasifik dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, serta mengorganisir pertemuan Koalisi Pasifik untuk West Papua (PCWP).

Aksi sosialisasi dihadang polisi, selebaran disita

Dalam rangka menyosialisasikan capaian perjuangan West Papua tersebut, KNPB melakukan penyebaran selebaran, Jumat (16/9/2016), dari Perumnas III Waena hingga Expo.

Aksi penyebaran selebaran yang dilakukan KNPB Jumat (16/9/2016) dihadang aparat kepolisian di Expo Waena, selebaran sebanyak 2 rim dikabarkan disita polisi – JUBI/KNPB
Aksi penyebaran selebaran yang dilakukan KNPB Jumat (16/9/2016) dihadang aparat kepolisian di Expo Waena, selebaran sebanyak 2 rim dikabarkan disita polisi – JUBI/KNPB Facebook

“Sosialisasi tersebut dihadang aparat kepolisian di Terminal Expo Waena. Mereka menyita sekitar 2 rim selebaran aksi,” demikian menurut Mecky Yeimo, Sekretaris I KNPB Pusat kepada Jubi melalui pesan singkat.

“Aparat kepolisian sebanyak 2 Dalmas, satu dari Brimob Polda Papua lengkap dengan senjata, satu lagi dari Dalmas Shabara dibawah pimpinan komandan Sabara Polresta Jayapura, M Rumbiak,” ujar Mecky yang menambahkan bahwa tidak ada penangkapan dalam aksi sosialisasi tersebut.

Penyitaan selebaran ini bukan pertama kali dialami KNPB. Dalam setiap aksi penyebaran selebaran, aparat kepolisian kerap menyita dan membubarkan kegiatan yang berlangsung tertib tersebut, lanjut Mecky lagi.

Namun hal itu tidak menyurutkan KNPB untuk meneruskan sosialisasi selebaran untuk mimbar bebas pada Senin mendatang. “Besok (17/9) kami akan lanjutkan pembagian selebaran dari Abepura-Pasar Youtefa ke Jayapura Kota,” tegas Mecky.

“Sebagai media nasional rakyat bangsa Papua, kami sampaikan kepada rakyat Papua untuk memberikan dukungan moral seutuhnya juga doa untuk kemenangan perjuangan kita,” demikian bunyi pernyataan di dalam selebaran tersebut.

Minggu lalu (9/9) KNPB juga menggelar Ibadah Syukur di halaman Asrama Uncen Rusunawa Perumnas III,  atas dukungan Pasifik terhadap perjuangan politik West Papua. Ratusan orang memenuhi halaman Rusunawa untuk mengikuti acara ibadah tersebut dengan khidmat. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dukungan Dunia Makin Terbuka, KNPB Gelar Mimbar Bebas 19 September