KontraS Desak Kapolda Papua Tindaklanjuti Kasus Simon Warikar

share on:
Kondisi korban, Simon Warikar akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat Polres Biak Numfor setelah dioperasi pengangkatan limpah yang pecah di RSUD Biak Numfor – Jubi/Doc.LBH KYADAWUN
Kondisi korban, Simon Warikar akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat Polres Biak Numfor setelah dioperasi pengangkatan limpah yang pecah di RSUD Biak Numfor – Jubi/Doc.LBH KYADAWUN

Jayapura, Jubi – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jakarta mendesak Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw agar segera tindak lanjuti laporan Polisi nomor 364/VIII/2016/Papua/Res.Biak tentang tindak kekerasan dan penganiayaan. Tindakan ini diduga dilakukan oleh beberapa penyidik Polres Biak terhadap seorang tahanan  atas nama Simon Warikar pada 21 Agustus 2016.

“Kami menduga telah terjadi tindak pidana sewenang-wenang aparat yaitu penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan anggota Polres Biak terhadap tahanan yang masih dalam lingkup tanggungjawab Polres Biak,” kata Wakil Bidang Koordinator Advokasi KontraS Jakarta, Yati Andriani melalui keterangan tertulis yang diterima Jubi, Sabtu, (16/9/2016) bernomor 361/SK-KontaS/IX/2016.

Tindakan sewenang-wenang, kata Yati, tentunya melanggar beberapa peraturan perundang-undangan, yakni UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 33 ayat 1 yang menyatakan ‘setiap orang untuk berhak dan bebas dari penyiksaan, penghukuman, atau perlakukan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat dan kemanusiaan’.

Dikatakan dalam UU Nomor 21 tahun 2005 pasal 7, KUHP 351 ayat 1 dan ayat 3, Perkap Nomor 8 tahun 2009 pasal 5 ayat , Pasal 27, 28, 29 dan UU RI tahun 1945 ayat 2. Perkap Nomor 11 tahun 2011 pasal 15.

“Kami mendesak untuk segera melakukan proses hukum terhadap anggota Kepolisian yang melakukan tindakan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban di Polres Biak, serta mendesak agar peristiwa ini selesaikan ke mekanisme eksternal yakni melalui peradilan umum karena tidak ada alasan dapat dibenarkan terkait dengan tindakan kekerasan yang dilakukan,”katanya.

Dia juga meminta ke Kapolda Papua agar proses hukum terhadap para pelaku dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Proses hukum ini dimaksud agar memiliki efek jera terhadap anggota lain, agar di dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian tetap mengedepankan prinsip-prinsip HAM dan aturan hukum lain yang berlaku,”katanya.

Lebih lanjut dia meminta kepada Kapolda Papua bukan hanya memberikan jaminan pengobatan, tapi juga jaminan pembiayaan atau fasilitas perawatan atas luka-luka yang dialami korban akibat tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Biak.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kyadawun, Imanuel Rumayom mengatakan, pihaknya terus mendorong proses kode etik pecat tidak dengan hormat (PTDH) setelah putusan tetap pengadilan ke dua pelaku

“Kami berharap Kapolda Papua dan beberapa lembaga kemanusiaan dalam hal ini Komnas Ham dan lembaga-lembaga lain juga mengawasi proses hukum ini. Agar ada tindakan tegas buat pelaku agar ada efek jera dan menjadi contoh bagi anggota lain agar bertindak secara manusiawi kepada masyarakat saat melayani masyarakat Papua,” tutur Imanuel.

Ia mengakui, respon Kapolres Biak, AKBP Hadi Wahyudi, terhadap penanganan kasus dugaan penganiayaan warga sipil sejauh ini baik. Pelaku juga sudah ditahan di sel selama 21 hari. “Sebagai kuasa hukum korban saya mengawal proses hukum ini harus berjalan sesuai aturan yang berlaku, kliennya menuntut para pelaku bisa diajukan ke peradilan umum atas kesalahan yang dibuat,” ujarnya. (*)

 

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KontraS Desak Kapolda Papua Tindaklanjuti Kasus Simon Warikar
  • Ade Wamena

    Belajar dari kasus2 yang sudah berlalu jika menganalisa tidak pernah tuntas dan akan pernah satu kasuspun kasus orang Papua yang bisa diselesaikan.
    Itu artinya tidak ada nilainya nyawa orang Papua, sebaiknya semua pejabat Papua tinggalkan jawabatan kalian dan bicara Papua merdeka karena itu solusi kebebasan, jika pejabat diam saja selalu akan begini pada akhirnya terus menerus, nilai manusia Papua tidak ada artinya…

    View Comment