Ada Pengutan Liar Pada Perekaman e-KTP

share on:
Kepala Perwakilan Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Papua, Iwanggin Sabar Olif saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (16/9/2016) di ruang kerjanya – Jubi/Roy Ratumakin.
Kepala Perwakilan Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Papua, Iwanggin Sabar Olif saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (16/9/2016) di ruang kerjanya – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – meski pemerintah sudah menggratiskan perekaman e-KTP, tapi masih ada oknum yang memanfaatkannya dengan melakukan praktik pungutan liar sebesar Rp50 ribu per e-KTP dengan dalih biaya administrasi.

Kepala perwakilan Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Papua, Sabar Olif Iwanggin mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga masyarakat di Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.

“Kami sudah mendapatkan laporan, dan oknum tersebut sudah kami ketahui identitasnya. Hal ini akan kami laporkan ke atasannya dan harapannya oknum tersebut ditindak tegas,” katanya kepada wartawan, jumat (16/9/2016) di ruang kerjanya.

Dikatakan,beberapa waktu lalu pertemuan ombusdman RI melakukan pertemuan Mendagri diantaranya membahas semua pelayanan e-KTP harus digratiskan alias tidak dipungut biaya.

“pertemuan tersebut juga menjelaskan 30 september 2016 bukanlah batas akhir dari pembuatan e-KTP, karena pembuatan e-KTP akan dilaksanakan setiap saat dan Mendagri juga menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk menjemput bola dan membuka layanan pembuatan e-KTP setiap hari,” ujarnya.

Seorang warga yang melakukan pelaporan ke kantor ORI perwakilan Papua yang tidak mau menyebutkan namanya membenarkan, saat dirinya membuat e-KTP dipungut Rp50ribu. Alasannya untuk membayar administrasi dan transport pengurusan ke Disdukcatpil Kota Jayapura.

“Padahal pemerintah selalu mengatakan gratis, ketika masyarakat datang mau mengurus e-KTP malah disuruh bayar. Saya heran dengan kebijakan ini.” katanya. (*)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ada Pengutan Liar Pada Perekaman e-KTP