Australia: Fiji Di Bawah Pengawasan

share on:

Suva, Jubi – Pemerintah Australia terus mengawasi situasi hak asasi manusia di Fiji. Menteri Australia bidang Pembangunan Internasional dan Pasifik, Concetta Fierravanti-Wells mengatakan hal itu terjadi setelah insiden penahanan tokoh-tokoh oposisi Fiji pekan lalu.

Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama. -- RNZI
Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama. — RNZI

Wells mengatakan di hadapan para pebisnis Fiji yang sedang mengadakan konferensi bahwa dirinya hadir di sana untuk berbicara tentang bisnis.

Namun, ia juga akan merespon pernyataan Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama tentang pelanggaran UU Ketertiban Umum yang menjadi alasan penahanan tokoh oposisi.

Menurut Wells, penggunaan UU tersebut sebenarnya tidak perlu untuk menghadapi hak berkumpul dan menyatakan pendapat masyarakat.

Ia menambahkan, hak asasi manusia itu penting di manapun termasuk di Fiji. “Pemerintah Australia akan terus mengawasi situasi seperti ini dan kami mengamati pengaruhnya terhadap proses pembangunan. Kami mengamati dari perspektif pemerintah yang mendukung prinsip-prinsip hak universal yaitu hak berpendapat dan berbicara,” katanya.

Wells mengatakan juga bahwa Fiji dan Australia adalah tetangga dekat dan sudah seharusnya bekerja bersama, bukan saling menyudutkan. Pernyataan Wells ini seolah memperpanjang drama saling sindir yang terjadi antara para pemimpin Australia-Selandia Baru dan Fiji.

Insiden penangkapan tokoh oposisi Fiji pekan lalu menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Australia dan Selandia Baru. Frank Bainimarama menilai pernyataan yang menyudutkan Fiji dari kedua negara tersebut tidak dapat dibenarkan dan bisa merusak hubungan baik ketiga negara. Menurut dia, Australia dan Selandia Baru menerapkan standar ganda dalam politik luar negerinya.

“Hingga saat ini, kami tidak pernah menguliahi kalian (Selandia Baru dan Australia,RED) tentang pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara kalian sendiri. Termasuk penderitaan yang dialami orang-orang suku asli di negara kalian, dan khusus untuk Australia tentang penyiksaan para pengungsi. Maka, tolong hormati proses politik yang terjadi di dalam negeri kami juga,” katanya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : radionz.co.nz
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Australia: Fiji Di Bawah Pengawasan