Disperindakop Dogiyai: Pentingnya Memahami UTTP

share on:
Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Tata Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP), di Aula Pemda Dogiyai, Jumat (16/9/2016) - JUBI/Agus
Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Tata Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP), di Aula Pemda Dogiyai, Jumat (16/9/2016) – JUBI/Agus

Dogiyai, Jubi – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Dogiyai ingatkan para pelaku usaha agar mengedepankan perlindungan konsumen dengan memahami prosedur UTTP.

Dalam kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Tata Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP), di Aula Pemda Dogiyai, Jumat (16/09/2016), Andreas Gobai, Kepala Perindakop, Kabupaten Dogiyai, pertama-tama mengajak para pelaku usaha setidaknya mengetahui tentang pentingnya perlindungan konsumen.

Pelaksanaan kegiatan ini, kata Andi, agar para pelaku usaha memahami betapa pentingnya pengetahuan agar tidak lagi menjual barang – barang kadarluarsa di toko – toko atau kios di wilayah Dogiyai.

“Selama dua kali pemeriksaan barang–barang di kios–kios, kami sudah pernah menemukan barang kadaluarsa. Melalui surat kami juga penah menyampaikan kepada pengusaha agar tidak menjualnya, tetapi masih saja dijual. Sehingga, perlu kami sampaikan, tidak boleh lagi menjual. Jika kedapatan, akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” ujar dia.

Andreas menambahkan kegiatan ini  juga berdasarkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda), Natalis Degei, mengatakan kegiatan pembinaan dan pelatihan tata ulang alat UTTP itu berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Pemerintah pusat memberi sebagian wewenang kepada pemerintah kabupaten atau kota untuk mengatur sebagaian kewenangan.

“Pelaksanaan kegiatan ini juga bagian dari perlindungan konsumen. Sebab, metrologi sangat berperan sebagai bagian dari pengamanan perdagangan dalam menjamin kebenaran ukuran yang berpastian hukum,” katanya.

Dalam setiap proses transaksi perdagangan barang, lanjut dia, akan menggunakan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya sebagai dasar penetapatan kuantitas barang yang diperdagangkan. Oleh sebab itu, lanjutnya, pihaknya diminta ciptakan budaya tertib ukur di masyarakat agar dapat memahami bagaimana melakukan pengukuran dengan baik dan benar. (Agus Tebai)

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Disperindakop Dogiyai: Pentingnya Memahami UTTP