Gubernur : Tidak Ada Nama Baru Dalam Pengangkatan 14 Kursi

share on:
Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi Doc
Gubernur Papua, Lukas Enembe – Jubi Doc

Bandung, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe menekankan, tidak ada nama baru dalam daftar perebutan 14 kursi jalur Otonomi Khusus. Pernyataan ini menampik isu yang beredar di kalangan masyarakat yang mengatakan ada nama baru yang dimasukkan pasca penghapusan satu nama dari 42 nama yang lolos seleksi.

“Tidak ada nama baru, itu hanya isu saja. Nama nama yang lolos masih berjumlah 41 orang dan akan di seleksi lagi,” kata Lukas Enembe kepada wartawan, di Bandung, Minggu (18/9/2016).

Gubernur mengklaim, proses seleksi 14 kursi Otsus telah berjalan baik dan hanya 14 orang yang bakal terpilih, sehingga pihaknya berharap siapapun yang terpilih, harus mendapat dukungan dari seantero Papua, mengingat ini merupakan terobosan dari dirinya. Padahal proses pengangkatan 14 kursi dari jalur adat ini merupakan peninggalan dari pemerintah sebelumnya.

“Kan tidak mungkin kami rekrut semua, kan hanya 14 orang saja, jadi mungkin yang lain kecewa dan melampiaskan kemarahan kepada kami, kalau mereka mau protes, harus dari dulu, bukan sekarang,” ujarnya.

Menanggapi itu, Enembe berharap, pengangkatan 14 kursi jangan disalahtafsirkan mengingat Pemerintah Provinsi Papua berupaya untuk mengembalikan keberadaan 14 kursi sesuai dengan amanat Perdasus tentang pengangkatan dari jalur adat.

“Kami punya keinginan baik untuk mendorong keberadaan 14 kursi, sehingga kami harapkan siapapun yang terpilih dapat diterima oleh masyarakat Papua,” kata Enembe.

Sementara itu, Ketua DPR Papua Yunus Wonda menuturkan, siapapun yang terpilih dan duduk sebagai wakil rakyat mewakili unsur adat harus diterima oleh seluruh masyarakat Papua.

“Mereka ini kan mewakili masyarakat adat, kalau bukan orang Papua yang duduk, saya pikir bisa dipersoalkan, ini kan semua anak-anak Papua sehingga saya pikir mari kita bersama-sama menerima hal ini,” kata Wonda.

Menyoal minimnya perwakilan Perempuan untuk mengisi 14 kursi adat, Wonda menjelaskan, jika merujuk pada Perdasus 14 kursi, tidak tertulis besaran untuk laki laki atau perempuan, dalam artian amanat Perdasus lebih kepada Orang Asli Papua.

“Dalam Perdasus tidak tertulis berapa persen untuk laki laki atau perempuan, lebih kepada OAP, atau masyarakat adat yang dipilih untuk masuk dalam 14 kursi,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa pro kontra terkait dengan proses seleksi 14 kursi dari jalur adat tersebut, merupakan hal biasa mengingat proses ini merupakan keberanian dari gubernur, yang sejatinya harus ada konsekuensi yang diterima dari sebuah kebijakan. (*)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gubernur : Tidak Ada Nama Baru Dalam Pengangkatan 14 Kursi