Komisi HAM PBB Terus Investigasi Kamp Nauru

share on:

Jenewa, Jubi – Perwakilan dari Negara kepulauan kecil Nauru menyatakan bahwa mereka telah memperbaiki kondisi di pusat pengungsian setelah dilaporkan adanya kekerasan seksual terhadap pengungsi anak-anak.

Anggota parlemen Nauru, Charmaine Scotty. -- pina.com.fj
Anggota parlemen Nauru, Charmaine Scotty. — pina.com.fj

Komisi PBB untuk Hak-Hak Anak terus memeriksa para perwakilan dari Nauru selama sembilan jam pada Selasa dan Rabu di Jenewa.

Nauru memiliki dua fasilitas pengungsi untuk menampung orang-orang yang mencari suaka politik dan mengungsi ke Australia. Para pengungsi itu datang dari berbagai negara, seperti Iran, Sri Lanka, dan Vietnam.

Fasilitas penampungan pengungsi itu terus diawasi secara ketat oleh komunitas internasional setelah beredarnya sekitar 2000 dokumen laporan kejadian yang melaporkan penyerangan, kekerasan seksual, dan kondisi tempat pengungsi yang memprihatinkan di kamp.

Anggota parlemen Nauru, Charmaine Scotty, yang memimpin delegasi mengatakan bahwa pihaknya telah berbuat sebaiknya. “Kami telah berbuat yang sebaiknya dengan memberikan apa yang kita punya,” katanya.

Scotty menggembar-gemborkan tentang hukum baru perlindungan anak yang bekerjasama dengan UNICEF untuk meninjau sistem perlindungan anak. Ia juga menambahkan telah menyediakan layanan hotline selama 24 jam bagi para korban untuk melaporkan kekerasan.

Scotty menolak segala tuduhan bahwa para pengungsi anak-anak telah tenggelam di perairan Nauru. Hanya seorang dewasa telah tenggelam, karena pengungsi itu tidak mengetahui bahwa gelombang laut begitu kuat.
Beberapa pihak juga menyalahkan Pemerintah Australia yang tidak mau menerima para pengungsi yang berpergian dengan kapal, sehingga para pengungsi mencoba untuk mencapai fasilitas penampungan pengungsi di lepas pantai Nauru, yang berjarak sekitar 2.800 mil dari pantai Australia. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : pina.com.fj
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Komisi HAM PBB Terus Investigasi Kamp Nauru