Mantan Karyawan Alih Daya Perhutani Tuntut Pesangon

share on:

Madiun, Jubi  – Sebanyak 41 mantan pegawai PT Cahaya Prasitindo yang merupakan tenaga alih daya Primkopkar Sylva Cendekia Pusdikbang SDM Perum Perhutani Kota Madiun, Jatim, menuntut pemberian pesangon yang belum diberikan sesuai peraturan ketenagakerjaan.

Ilustrasi buruh berdemonstrasi. Sebanyak 41 mantan pegawai alih daya Perhutani menuntut pemberian pesangon yang belum diberikan sesuai peraturan ketenagakerjaan. – infogsbi.org
Ilustrasi buruh berdemonstrasi. Sebanyak 41 mantan pegawai alih daya Perhutani menuntut pemberian pesangon yang belum diberikan sesuai peraturan ketenagakerjaan. – infogsbi.org

Koordinator mantan pegawai Aris Dyan Cahyono mengatakan, penuntutan pemberian pesangon tersebut dilakukan bermula saat PT Cahaya Prasitindo melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 41 dari 105 pegawainya pada akhir Juni 2016 dengan alasan pengguna jasa yakni Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perum Perhutani dalam kondisi krisis.

“Kami merasa dirugikan karena perusahaan hanya bersedia memberikan pesangon satu kali gaji. Padahal kami telah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun terhitung Januari hingga Desember 2016,” ujar Aris.

Selain itu, puluhan mantan pegawai tersebut juga menuntut haknya karena kenyataannya mereka telah bekerja sebagai tenaga alih daya di Pusdikbang SDM Perum Perhutani selama bertahun-tahun. Masa baktinya bervariasi mulai dari tahun 1997 hingga 2016.

Malangnya, selama bekerja hampir 20 tahun tersebut, mereka sama sekali tidak pernah menandatangi kontrak kerja. Tanda tangan kontrak kerja baru dilakukan Januari 2016 setelah vendor penyedia jasa pemborongan tenaga kerja dipegang oleh PT Cahaya Prasitindo.

Sedangkan saat mereka bekerja sejak tahun 1997 hingga 2014 ketika vendor masih dilakukan sendiri oleh Primkopkar Sylva Cendekia Pusdikbang SDM Perum Perhutani, tidak menandatangi kontrak kerja. Demikian juga pada masa kerja Januari 2015 hingga Desember 2015 saat vendor dipegang oleh PT Silva Daya Insani. Para mantan pegawai yang di-PHK tersebut juga mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Madiun, namun belum ada sikap karena saat mereka mendatangi lembaga tersebut pejabat berwenang tidak berada di kantor. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mantan Karyawan Alih Daya Perhutani Tuntut Pesangon