Bantu Papua, Tim Pembela Kebebasan Berekspresi Dideklarasikan di Jakarta

share on:
Deklarasi Tim Pembela Kebebasan Berekspresi (TPKB), di Bogor, Jawa Barat Minggu (18/9/2016) – JUBI/YSK
Deklarasi Tim Pembela Kebebasan Berekspresi (TPKB), di Bogor, Jawa Barat Minggu (18/9/2016) – JUBI/YSK

Jayapura, Jubi – Kondisi kebebasan berekspresi dan bantuan hukum di Papua turut menjadi sorotan dalam deklarasi Tim Pembela Kebebasan Berekspresi (TPKB) yang dilakukan oleh 9 lembaga advokasi dan bantuan hukum, tersebar diberbagai wilayah di Indonesia.

Kebebasan Berekspesi Adalah Hak Asasi, demikian tema deklarasi TPKB yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat Minggu (18/9/2016).

“Berangkat dari situasi dan kondisi absennya penghormatan & perlindungan atas hak kebebasan berekspresi di Indonesia, menjadi acuan bagi kami untuk membentuk sebuah wadah Pengacara/Advokat yang concern terhadap penanganan peristiwa pelanggaran terhadap Kebebasan Berekspresi,” demikian pernyataan tim yang diterima redaksi, Senin (19/9/2016).

Tim tersebut dibentuk atas dasar tingginya angka pelanggaran kebebasan berekspresi, termasuk dimensi pelanggaran hak beragama dan berkeyakinan. “Sementara yang menjadi korban umumnya adalah mereka yg rentan dan tidak memiliki akses. Kepentingan itu mendorong dilakukannya training dan deklarasi kepada advokat utk membela apalagi dalam uu advokat diwajibkan utk membela secara probono,” demikian menurut Syamsul Alam Agus kepada Jubi via pesan singkat Senin (19/9).

Khusus untuk Papua, lanjut Syamsul Alam, dari informasi yang diperoleh, teridentifikasi instrumen-instrumen pendukung pelanggaran hak kebebasan berekspresi di Papua, diantaranya kebijakan kepolisian daerah melalui Maklumat Kapolda Papua yang berpotensi menyebabkan pelanggaran HAM.

“Untuk itu, sebagai pencegahan (preventif), para advokat pembela ini akan melakukan kajian dan identifikasi instrumen penghambat  kebebasan berekspresi di Papua, langkah ini akan dibarengi dengan strategi litigasi (gugatan) atas kebijakan Maklumat tersebut,” tegas Syamsul Alam mewakili Yayasan Satu Keadilan yang menjadi salah satu motor di dalam pembentukan TPKB tersebut.

Selain preventif, juga langkah responsif, “Para advokat pembela membuka diri untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan advokat pembela lainnya di Papua untuk melakukan pendampingan dan pembelaan kepada kelompok masyarakat yang diperhadapkan pada kasus pelanggaran berekspresi,” ujar Syamsul Alam.

TPKB diinisiatifi oleh Yayasan Satu Keadilan, LBH Bandung, LBH Jakarta, Sejuk, LBH Pers, LBH Keadilan Jakarta Raya, LBH Keadilan Sukabumi Raya, LBH Yogyakarta & DPN PERADI.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bantu Papua, Tim Pembela Kebebasan Berekspresi Dideklarasikan di Jakarta