Kepolisian Prancis Penjarakan Teroris Tahiti

share on:

Tahiti, Jubi – Kepolisian Prancis memenjarakan seorang pemuda Tahiti berusia 20 tahun yang diduga menjadi pelaku aksi terorisme di Prancis. Pria tersebut diketahui penduduk kota Besancon yang juga pernah menghuni penjara dengan tuduhan yang sama dan karena terbukti memiliki hubungan dengan kelompok kriminal teroris.

Kantor Partai Tahoeraa Huiraatira Prancis-Polinesia – RNZI/Walter Zweifel
Kantor Partai Tahoeraa Huiraatira Prancis-Polinesia – RNZI/Walter Zweifel

Media di Prancis menyebutkan bahwa pria tersebut pernah menjalani interogasi tertutup pekan lalu di bawah undang-undang darurat terorisme yang masih berlaku.

Di bawah payung UU tersebut, memungkinkan aparat kepolisian bisa menyita seluruh komputer milik pria itu hingga akhirnya identitasnya terungkap.

Pria tersebut terbukti menjadi pengikut jihadi dari Prancis bernama Rashid Kassim yang pernah melakukan aksi teror di Prancis.

Sementara itu, kelompok oposisi Tahoeraa Huiraatira Prancis-Polinesia mendesak agar wilayah negara itu bebas dari kelompok Islam radikal dan meminta agar kepolisian memperketat pengawasannya terhadap kemungkinan adanya kelompok tersebut.

Partai tersebut telah menginisiasi sebuah petisi di dewan daerah untuk mendesak Prancis melarang masuk seluruh individu mencurigakan memasuki kawasan Prancis-Polinesia.

Mereka juga ingin agar Prancis memindahkan tiga ekstremis yang kini tengah mendekam di penjara Tahiti karena tuduhan melakukan aksi teror di Prancis. Ketiga orang tersebut divonis bersalah di Pengadilan Tahiti karena terlibat dalam serangkaian aksi teror di Prancis.

Partai ini juga mendesak Prancis memperpanjang masa UU darurat setahun setelah serangan teroris termasuk di wilayah Prancis-Polinesia. Jika UU darurat tidak diberlakukan di Tahiti atau Prancis Polinesia, mereka khawatir situasi itu berpotensi merusak industri pariwisata yang sangat bergantung pada kondisi keamanan di Tahiti.

Untuk mencari dukungan petisinya itu, partai oposisi tersebut akan segera membawanya ke sidang parlemen dengan melakukan lobi-lobi kepada partai lain sebelumnya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : radionz.co.nz
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kepolisian Prancis Penjarakan Teroris Tahiti