Komisi II Akan Perjuangkan Batik Papua Diproduksi di Papua

share on:
 Ilustrasi: Salah Satu Motif Batik Papua - http://batik-tulis.com/

Ilustrasi: Salah Satu Motif Batik Papua – http://batik-tulis.com/

Jayapura, Jubi – Setelah mendorong anggaran pembangunan awal pabrik ubi jalar (petatas) di Distrik Skamto, Kabupaten Keerom dalam APBD Parubahan tahun ini, Komisi II DPR Papua bidang ekonomi kerakyatan menyatakan, kedepan akan memperjuangkan berdirinya pabrik pembuatan batik Papua di Papua.

Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni mengatakan, selama ini batik Papua justru diproduksi secara besar-besaran di luar Papua. Di Papua hanya sedikit yang diproduksi pembatik Papua secara manual.

“Akibat batik Papua diproduksi di luar Papua, cerita yang terkandung dalam motif batik terpotong-potong. Padahal setiap motif batik Papua merupakan cerita dari berbagai daerah di Papua. Kedepan kami akan dorong agar batik Papua bisa diproduksi di Papua,” kata Deerd pekan lalu.

Menurutnya, jika batik Papua diproduksi di Papua, selain membuka lowong kerja, juga akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk provinsi itu.

“Batik Papua ini tak hanya dikenal di dalam negari tapi hingga mancanegara. Menjadi oleh-oleh orang yang berkunjung ke Papua. Hanya saja kini batik Papua diproduksi di luar Papua. Di Pekalongan,” ucapnya.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) kata Deerd, Papua memiliki pembatik yang kemampuannya tak perlu diragukan lagi. Sebut saja Jimmy Affar dan mama Blandina Ongge. Keduanya sudah puluhan tahun menekuni seni membantik.

“Para pembatik Papua ini memiliki kemampuan mendisign motif batik dari setiap kabupaten di Papua,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan wakil Ketua Komisi II, Madai Gombo. Ia mengatakan, komisinya berkeinginan bagaimana agar batik Papua diproduksi di dalam Papua.

“Potensi pasar batik Papua ini menjanjikan. Hanya saja belum mendapat pehatian dan dikelolah secara baik di Papua. Kalau batik Papua diproduksi di Papua, akan menjadi sumber penghasilan masyarakat,” kata Madai Gombo.

Selama ini menurutnya, batik Papua diproduksi di luar Papua kemudian dipasarkan kembali ke Papua. Harganya pun terbilang mahal.

“Kalau batik Papua diproduksi di Papua, motivnya bisa lebih beragam. Dari setiap wilayah yang ada di lima wilayah adat di Papua. Mamta, Saireri, Lapago, Meepago dan Anim Ha,” imbuhnya. (*)

 

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Komisi II Akan Perjuangkan Batik Papua Diproduksi di Papua