KPU Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Pilkada Sarmi

share on:

Ilustrasi kotak suara pemilu - Jubi/rumahpemilu.com
Ilustrasi kotak suara pemilu – Jubi/rumahpemilu.com
Jayapura, Jubi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua menurunkan tim inspektorat ke Sarmi untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana pilkada yang sudah dikucurkan sebesar Rp10 miliar.

Komisioner KPU Provinsi Papua Isack Hikoyabi kepada Antara, di Jayapura, Senin, mengakui KPU menurunkan tim inspektorat yang dipimpin Maruhum Pasaribu itu karena diduga dana pilkada disalahgunakan.

Pemda Sarmi sudah mengucurkan Rp10 miliar dari total Rp 34 miliar yang diminta KPU Sarmi untuk membiayai pilkada.

“Namun, dari dana Rp10 miliar yang sudah dikucurkan, diduga dana tersebut digunakan tidak sesuai peruntukannya sehingga berindikasi penyalahgunaan anggaran,” kata Hikoyabi, Senin (19/9/2016).
Menurutnya, dari data awal yang dikumpulkan, indikasi penyalahgunaan anggaran itu diantaranya biaya sewa kendaraan, honor petugas yang sudah dibayarkan untuk delapan bulan dan beberapa item lainnya yang masih harus dicocokkan tim inspektorat.

“Tim akan memeriksa seluruh anggota KPU Sarmi, setelah melakukan koordinasi dengan badan keuangan Pemkab Sarmi,” katanya.
Ketika ditanya apakah pemeriksaan yang dilakukan tim inspektorat tidak mengganggu proses pilkada, Isack Hikoyabi menegaskan pemeriksaan itu tidak akan mengganggu.

“Proses pilkada akan terus berjalan sesuai agenda yang sudah ditetapkan,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KPU Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Pilkada Sarmi