Legislator: Harusnya Pelaku Penembakan Bisa Ditangkap

share on:
Ilustrasi - Dok. Jubi
Ilustrasi – Dok. Jubi

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Wilhelmus Pigai mengatakan, penembakan yang kerap terjadi di wilayah pegunungan tengah Papua oleh Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap warga sipil maupun aparat keamanan TNI/Polri harusnya bisa diungkap.

Ia mengatakan, aparat keamanan, terutama pihak kepolisian mestinya punya kemampuan untuk mengungkap dan menangkap pelaku. Namun yang terjadi selama ini, terkadang ada kasus yang pelakunya hanya disebut OTK. Kalaupun teridentifikasi siapa pelaku atau dari kelompok mana, pelaku tak tertangkap.

“Padahal aparat memiliki kemampuan melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan. Tidak hanya penembakan kepada warga sipil, tapi juga kepada aparat keamanan sendiri yang bertugas di wilayah pegunungan tengah Papua,” kata Wilhelmus Pigai via teleponnya kepada Jubi, Minggu (18/9/2016).

Kata anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM itu, aparat keamanan telah dibekali berbagai strategi penyelidikan, penyidikan dan bagaimana mengejar serta menangkap pelaku pelanggar hukum.

Meski mendukung penegakan hukum terhadap para pelaku penembakan namun kata politisi Partai Hari Nurani Rakyat (Hanura) itu, bukan berarti pengamanan menjadi prioritas di wilayah pegunungan tengah Papua. Jika keamanan dijadikan program prioritas, Ia khawatir justru akan membuat masyarakat takut.

“Jangan sampai dalam mengungkap suatu kasus, aparat keamanan melakukan berbagai cara. Termasuk menakut-nakuti masyarakat dalam pengungkapan kasus. Keberadaan aparat keamanan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan mengayomi masyarakat. Bukan menakut-nakuti,” ucapnya.

Yang harus dilakukan di wilayah pegunungan tengah lanjut Pigai, mengevaluasi sistem pengamanan di wilayah itu agar bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya aksi melanggar hukum, termasuk penembakan.

Legislator Papua lainnya, Lurenzus Kadepa mengatakan, apapun alasannya, penembakan tak dibenarkan. Entah korban adalah masyarakat sipil, pihak yang berseberangan dengan negara atau aparat keamanan.

“Saya khawatir jika kondisi ini terus terjadi, masyarakat sipil yang akan korban,” kata Kadepa.

Katanya, kalaupun alasannya adalah ideologi, apakah Papua Merdeka atau NKRI, tak harus menempuh cara-cara yang melanggar hak hidup orang lain.

“Saatnya menempuh cara-cara damai. Perjuangan damai. Tanpa harus ada kekerasan. Sudah terlalu banyak korban dari berbagai pihak yang berjatuhan di Papua,” imbuhnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator: Harusnya Pelaku Penembakan Bisa Ditangkap