Mahasiswa Papua di Yogya dan Salatiga Sepakat Wajib Pakai Noken

share on:
Ketua Umum Alumni Teruna Bakti Jayapura, Florry Koban menyematkan Noken Kepada Ketua Alumni Teruna Bakti Jayapura cabang Salatiga, Aditya sebagai tanda gerakan wajib pake noken di Salatiga dan Yogyakarta di Wisma Anak Mandiri Kopeng Salatiga sabtu malam (17/9/2016) - Jubi/Ist.
Ketua Umum Alumni Teruna Bakti Jayapura, Florry Koban menyematkan Noken kepada Ketua Alumni Teruna Bakti Jayapura Cabang Salatiga, Aditya sebagai tanda gerakan wajib pake noken di Salatiga dan Yogyakarta di Wisma Anak Mandiri Kopeng Salatiga Sabtu (17/9/2016) malam. – Jubi/Ist.

 

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Papua yang kuliah di Yogyakarta dan Salatiga, Jawa Tengah sepakat wajib menggunakan noken di tanah rantau. Mereka akan memakai noken untuk ke kampus dan bepergian sebagai promosi tas khas papua itu.

Ketua Umum Alumni Teruna Bakti Jayapura, Florry Koban ketika dikontak Jubi
Senin (19/9/2016) mengatakan, kesepakatan wajib menggunakan noken tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap produk lokal.

“Apalagi noken sudah mendunia setelah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia,” katanya.

Koban mengatakan, pernyataan sikap wajib pake noken yang dilakukan Ikatan Alumni Teruna Bakti Jayapura yang berada di Yogyakarta dan Salatiga sejak 15 dan 18 September 2016 di kedua kota melibatkan Perhimpunan Mahasiswa Papua dan Papua Barat, Alumni SMAN 2 Jayapura, Alumni SMA Buper, Alumni STM Kotaraja, dan Alumni SMEA Kotaraja.

“Selain itu noken semakin familiar digunakan oleh orang-orang yang bukan dari Papua hingga turis manca negara, segelintir mahasiswa Papua yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta dan Salatiga merasa bangga akan kebudayaan Tanah Papua yang justru menjadi daya tarik orang luar Papua,” ujarnya.

Noken adalah tas tradisional masyarakat Papua yang dibuat dari serat kayu. Seperti tas pada umumnya berfungsi untuk membawa kebutuhan sehari-hari. Orang Papua biasanya menggunakan untuk membawa sayuran, umbian, dan barang dagangan ke pasar.

Karena keunikannya, pada 4 Desember 2012 noken didaftarkan tokoh Ekologi Papua Titus Pekey ke UNESCO menjadi warisan dunia.

Sebelumnya, Titus Pekei mengatakan bangga dengan SMA YPPK Teruna Bakti yang telah mendeklarasikan Teruna Bakti Suka Pake Noken. Karena memperjuangkan noken menjadi warisan dunia bukan perkara mudah.

Menurutnya, noken hanya ada di Tanah Papua dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya orang Papua. Dalam noken terdapat nilai-nilai hakiki baik nilai antropologis, sosiologis, kultur, maupun filosofis hidup sejak zaman nenek moyang hingga hari ini.
“Saya ajak semua orang Papua untuk selamatkan noken papua sebagai
identitas budaya Papua,” kata Titus Pekei. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mahasiswa Papua di Yogya dan Salatiga Sepakat Wajib Pakai Noken