Puskesmas Depapre Butuh Ruang Rawat Inap

share on:
Puskesmas Depapre Kabupaten Jayapura-Jubi/dam
Puskesmas Depapre Kabupaten Jayapura-Jubi/dam

Jayapura, Jubi- Kepala Puskesmas Depapre Kabupaten Jayapura dr Andrfew Wicaksono mengatakan Puskesmas Depapre saat ini sangat membutuhkan ruang rawat inap sebab setiap bulan pasien yang datang berobat mencapai 200 orang.

“Kami tidak bisa melayani pasien rawat inap sehingga terpaksa kami rujuk ke RS Yowari di Sentani sedangkan di sini hanya rawat jalan,”katanya kepada Jubi pekan lalu di Depapre saat berkunjung bersama tim dari Kinerja Usaid.

Dia menambahkan penyakit yang banyak diderita pasien disini meliputi, malaria, tb paru, hiv/aids, kronis, ISPA dan lain sebagainya.
“KIta sudah mengajukan kepada pihak Distrik untuk mendapat lahan untuk membangun ruangan rawat inap tetapi terkendala masalah tanah,”katanya.

Sementara itu bidan Lea Beouway mengatakan di Puskesmas Depapre juga melayani pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan. ” Kami periksa ibu hamil dan jika mendapat rujukan langsung ke dokter kandungan di RS Yowari,”katanya.

Bidan Lea yang sudah bekerja sejak 1996 sampai 2016 ini mengatakan hampir sebagian besar petugas medis di Puskesmas Depapre sebanyak 18 orang perempuan dan hanya empat orang laki-laki.
Menanggapi permintaan ruangan rawat inap di Puskesmas Depapre, Kadistrik Depapre Ganefo mengakui kalau sangat dibutuhkan karena harus melayani pasien dari empat distrik antara lain Rafeni Rara, Moi, Sentani Barat dan Maribu. ” Kami sudah membicarakan soal lahan dan diharapkan 2017 sudah bisa dibangun ruang rawat inap,”kata Kadistrik.
Dia menambahkan tinggal pelepasan tanah dari pihak adat kepada pemerintah dan sudah bisa dibangun ruangan rawat inap.
Sementara itu Kepala Sub Program Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward mengatakan Puskesmas Depapre belum bisa memiliki ruang rawat inap untuk pasien karena Puskesmas tersebut masih berstatus sebagai Puskesmas rawat jalan.

“Jadi Puskesmas tersebut hanya memiliki polik layanan darurat seperti menangani kasus kecelakaan karena statusnya masih sebagai Puskesmas rawat jalan,” katanya kepada Jubi belum lama ini di Jayapura.

Namun dia mengatakan ke depan pihaknya akan menaikan status Puskesmas Depapre menjadi Puskesmas Rawat Inap dan Persalinan.

“Kami berharap demikian, karena pengajuannya sudah kami lakukan dan pada tahun depan hal tersebut bisa direalisasikan,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini pihaknya masih mengalami kendala pada pelepasan tanah adat. “Pihak Puskesmas Depapre sendiri masih terkendala dengan tanah adat. Kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak pemilik tanah adat tersebut, saat ini kami masih menunggu surat pelepasan tanah adat tersebut. Kalau sudah ada surat maka pengembangan gedung Puskesmas akan dilakukan,” katanya.(*Roy Ratumakin)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Puskesmas Depapre Butuh Ruang Rawat Inap