Tidak Ada Blok, Narapidana Anak Tinggal di Poliklinik

share on:
Lima dari 7 anak saat bersama Kepala Lapas kelas IIB Nabire – Jubi/Titus
Lima dari 7 anak saat bersama Kepala Lapas kelas IIB Nabire – Jubi/Titus

Nabire, Jubi –  Terbatasnya blok tahanan dan tidak ada blok khusus anak yang dimiliki LP Kelas IIB Nabire mengakibatkan tujuh orang warga binaan anak tinggal di poliklinik Lapas Nabire.

“Selain over kapasitas, kami terpaksa memindahkan mereka ke poliklinik karena tidak ada blok khusus anak. Sedangkan mereka tidak boleh di sel karena anak akan membaur dengan warga binaan dewasa, sehingga tidak terjadi school crime,” Kata Kepala Lapas Nabire Yosep B. Yembise saat ditemui Jubi Senin (19/9/2016).

Kalapas menjelaskan kapasitas LP harusnya 150 orang, tetapi kini dihuni 175 orang. Pria dewasa 156 orang, wanita 12 orang dan anak tujuh orang.

Khusus warga binaan anak, Yembise mengaku kebijakan itu diambil mengacuh pada UU Permasyarakatan No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, sehingga apapun harus dilakukan.

“Sebab mereka harus di bimbing mengingat diusianya yang masih mudah. Namun pembinaan tetap dilakukan dengan memanfaatkan poliklinik, kebetulan belum ada petugasnya,” jelasnya.

Selain kegiatan rutin layaknya warga binaan dewasa, warga binaan anak mendapat bimbingan tambahan, baik dari petugas maupun seorang tahanan wanita yang dengan sukarela menyisihkan wakut buat anakanak.

“Harapan saya khususnya para pemangku kepentingan agar betul-betul jelih melihat hal ini,” katanya.

Ruangan yang digunakan tahanan anak – Jubi/Titus
Ruangan yang digunakan tahanan anak – Jubi/Titus

Sementara itu seorang warga binaan wanita, Lina mengatakan dirinya memutuskan membantu warga binaan anak ini karena keprihatinannya terhadap anak-anak itu.

“Usianya harusnya mereka di sekolah. Tapi rata-rata mereka tidak diperhatikan oleh keluarganya, terbukti selama di LP tidak ada yang datang besuk. Makanya saya izin ke ka Lapas agar saya bias bimbing mereka Karena ada yang tidak tahu baca. Jadi saya ajar baca, nyanyi, berdoa apa yang dikakukan saya berikan buat mereka,” katanya. (*)

Editor : Angela Flasy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tidak Ada Blok, Narapidana Anak Tinggal di Poliklinik