Ancaman Zika Meluas di Amerika-Samoa

share on:

Samoa, Jubi – Virus zika terus meluas di Amerika-Samoa. Jumlah pasien yang terduga terinfeksi virus zika mencapai 851 orang. Mereka langsung dilarikan ke instalasi gawat darurat Rumah Sakit LBJ Samoa dan beberapa klinik serta pusat kesehatan masyarakat setempat.

123.rf via RNZI
123.rf via RNZI

Departemen Kesehatan wilayah Samoa mengatakan bahwa beberapa gejala yang dialami para pasien yaitu demam, gatal, mata memerah dan tubuh lemah.

Jumlah pasien yang positif terinveksi virus berbahaya itu kini telah mencapai 52 orang termasuk 21 di antaranya adalah wanita hamil.

Pusat Penanganan dan Pengendalian Wabah Penyakit (CDC) telah menurunkan tenaga kesehatannya untuk menolong otoritas lokal dalam mencegah, mendeteksi dan merawat pasien yang terduga terinfeksi virus tersebut.

Kelompok khusus yang ditangani yaitu para ibu hamil untuk mencegah penularan virus kepada bayi yang sedang dikandungnya.

Bulan lalu, otoritas kesehatan di bawah Pemerintah A.S. meninjau ulang kemampuan Samoa untuk menangani kasus microcephaly yang disebabkan oleh virus Zika. Sejak virus Zika ditemukan di wilayah Samoa pada awal tahun ini, CDC telah mengirim timnya ke Samoa untuk membantu proses identifikasi  dan kasus-kasus kesehatan yang disebabkan oleh virus Zika.

Seorang epidemiologis, Gerry Farjardo, mengatakan bahwa diduga ada kaitan antara virus Zika dan microcephaly, kelainan syaraf yang biasanya dihubungkan dengan kasus kepala kecil pada bayi. Dari bayi-bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi virus Zika di Samoa tidak ada yang mengalami kondisi kepala kecil, akan tetapi Dr. Farjado mengatakan prosedurnya harus tetap diikuti ketika ada kasus pasien terinfeksi virus Zika.

Dia menambahkan, di Puerto Rico, wilayah A.S. lainnya di mana pernah ditemukan virus Zika, telah menerapkan prosedur serupa untuk kasus microcephaly. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : radionz.co.nz
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ancaman Zika Meluas di Amerika-Samoa