Australia Akan Perketat UU Migrasi

share on:

Canberra, Jubi – Pemerintah Australia kini tengah membahas perubahan UU Migrasi yang akan memperketat masuknya para pencari suaka dan pengungsi ke negara itu. Channel 7 Australia melaporkan bahwa Canberra merencanakan pelarangan selamanya bagi para pengungsi dan pencari suaka yang sudah ditempatkan di kamp penampungan untuk mengunjungi Australia.

Protes di kamp Nauru. -- Refugee Action Coalision via RNZI
Protes di kamp Nauru. — Refugee Action Coalision via RNZI

Hal itu juga berlaku bagi mereka yang mendaftar sebagai pengungsi dan pencari suaka politik ke negara itu secara baik-baik.

Sebelumnya mereka juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima pengungsi dan pencari suaka politik yang datang ke Australia menggunakan perahu.

Australia telah melakukan serangkaian negosiasi dengan beberapa negara untuk memindahkan para pengungsi dan pencari suaka politik di kamp penampungan Nauru dan Manus. Namun, mereka menolak tawaran Selandia Baru untuk memberikan tempat penampungan sementara.

Alasan penolakan itu tidak jelas. Namun, yang pasti beberapa puluh tahun lalu Selandia Baru menerima para pengungsi yang ditolak Australia. Para pengungsi ini kemudian menjadi warga negara Selandia Baru dan beberapa dari mereka bahkan bisa pindah ke Australia.

Laporan terbaru menyatakan bahwa kebijakan Australia membuka kamp penampungan pengungsi di Nauru dan Manus sejak 2013 diperkirakan telah memakan dana hampir 7,5 miliar dolar AS. Dalam laporan yang diterbitkan oleh UNICEF dan Save the Children itu memperkirakan Australia akan membutuhkan 4,3 miliar dolar AS lagi hingga empat tahun mendatang jika kebijakan itu tetap dipertahankan.

Perkiraan itu disusun berdasarkan analisa data pengeluaran untuk 2.000 orang pencari suaka dan pengungsi yang ada di kamp Nauru dan Manus. Diperkirakan setiap orang menghabiskan dana sekitar 300.000 dolar AS. Sementara, jika mereka diperbolehkan tinggal di Australia, pemerintah hanya akan keluar dana sebesar 24.000 dolar AS per orang. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : radionz.co.nz
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Australia Akan Perketat UU Migrasi