Kabupaten Merauke Kekurangan 86 Penyuluh Pertanian

share on:
Masyarakat asli Papua sedang membuka bedeng untuk ditanami sayur-sayuran. Jubi/Frans L Kobun
Masyarakat asli Papua sedang membuka bedeng untuk ditanami sayur-sayuran. Jubi/Frans L Kobun

“Dengan adanya kekurangan tenaga penyuluh, kami mengingatkan penyuluh di setiap kampung, tidak hanya fokus di satu subsektor saja. Tetapi harus merangkap. Sehingga berbagai kegiatan, dapat berjalan normal, “ kata Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Merauke, Swenggi  kepada wartawan Selasa (20/9/2016).

Selain itu, jelas dia, pihaknya memberdayakan penyuluh Kontak Tani Nelayan dan Andalan (KTNA) agar berperan dalam melakukan  penyuluhan kepada masyarakat untuk beberapa sektor dimaksud seperti perikanan, pertanian maupun kelautan.

Khusus dalam bidang pertanian, lanjutnya, para Babinsa-pun ikut dilibatkan  melakukan pendampingan terhadap petani. Maksudnya agar mereka lebih termotivasi saat membuka lahan sekaligus menanam serta merawat padi miliknya.

“Kami juga rutin melakukan peningkatan kapasitas kepada para penyuluh dengan tujuan agar lebih termotivasi saat melakukan pendampingan terhadap masyarakat di setiap kampung,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko mengakui jika jumlah tenaga PPL, masih sangat terbatas dan mereka ditempatkan di daerah-daerah yang menjadi sentra bahan pangan terutama padi.

“Meski begitu, kami mempunyai tenaga-tenaga pionir yang telah dilatih terlebih dahulu lalu di sebarkan ke setiap kampung mendampingi petani,” tuturnya. (*)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kabupaten Merauke Kekurangan 86 Penyuluh Pertanian