Kurang Dikelola, Pasar Youtefa Selalu Langanan Banjir

share on:
Aktivitas Pasar Regional Youtefa, Abepura pasca banjir Kamis (15/9/2016). – Jubi/ Agus Pabika
Aktivitas Pasar Regional Youtefa, Abepura pasca banjir Kamis (15/9/2016). – Jubi/ Agus Pabika

Jayapura, Jubi – Pedagang kios di Pasar Youtefa merasa kesulitan ketika hujan turun, meski tidak begitu lebat. Sebab hampir seluruh areal pasar terendam banjir. 

Pedagang di kios Pasar Youtefa, Abepura, Hj. Haddade mengatakan, banjir yang selalu merendam Pasar Youtefa terjadi karena saluran pembuangan air tersumbat, sehingga air sulit keluar menuju kali Acai.

 

“Dinas yang menangani pasar seharusnya melihat masalah ini dan memperbaikinya dengan menggali tumpukan sampah yang menutup drainase sehingga jika hujan turun tidak tergenang lagi,” katanya saat ditemui Jubi, Selasa (20/9/2016).

 

Menurutnya, jangankan selokan, jalan di dalam pasar juga berlubang, rusak, namun tidak pernah diperhatikan. Meski sering dilakukan penimbunan, katanya, itu berkat swayada masyarakat tanpa bantuan pemerintah kota dan dinas pasar.

 

“Kami sesalkan anggota DPRD Komisi C yang melakukan pengawasan terhadap pasar tidak pernah melakukan survei dan terjun ke pasar melihat keluhan ini, kami selalu membayar retribusi pasar Rp1.000 hingga Rp3.000 tiap pagi untuk kebersihan, keamanan, dan restribusi, bulanan Rp300 ribu yang dihitung per petak kios,” katanya.

 

Ia menambahkan, Pasar Regional Youtefa sebenarnya layak, namun pengelolaannya kurang diperhatikan dinas pasar. Setiap retribusi pasar dan kendaraan yang masuk dalam setahun seharusnya cukup untuk membenahi pasar Youtefa.

 

“Jangan merugikan orang pasar, benahi dulu di sini, jangan urus yang baru, itu belum tentu kapan dibangun dan selesai,” katanya.

 

Rosa, pedagang pasar berharap pemerintah lebih fokus memperbaiki pasar yang sekarang, sehingga masyarakat dapat berjualan dengan nyaman tanpa banjir lagi di Pasar Youtefa.(*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kurang Dikelola, Pasar Youtefa Selalu Langanan Banjir