Pemimpin Kecam Toko yang Buka Selama Perayaan HUT PNG

share on:

Mt Hagen, Jubi – Pemimpin suku terbesar di Mt. Hagen, John Barnabus mengecam para pemilik toko di perkotaan yang tetap beroperasi selama perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Papua Nugini pada 16 September lalu.

Toko-toko tetap buka selama perayaan HUT kemerdekaan Papua Nugini. -- postcourier.com.pg
Toko-toko tetap buka selama perayaan HUT kemerdekaan Papua Nugini. — postcourier.com.pg

Itu menunjukkan para pemilik toko tidak menghormati kemerdekaan Papua Nugini dan merenggut hak libur para pekerjanya.

Seharusnya, para pekerja itu diberikan hak merayakan HUT kemerdekaan Papua Nugini bersama keluarga masing-masing.

Barnabus memahami biasanya toko yang tetap buka di hari kemerdekaan adalah toko yang dimiliki orang-orang Asia. Namun, kali ini yang dia lihat adalah toko-toko yang dimiliki orang-orang Papua Nugini asli.

Pada Jumat malam perayaan HUT kemerdekaan lalu, toko-toko orang asli ternyata masih beroperasi melayani pembelinya. Kendati demikian, Papua Nugini tidak memiliki undang-undang atau hukum khusus yang melarang toko-toko beroperasi selama perayaan HUT kemerdekaan.

Ia meminta agar hal itu tidak terulang lagi di tahun-tahun mendatang. Hal serupa pernah disuarakan oleh tokoh oposisi Don Polye. Ia bahkan meminta polisi menertibkan toko-toko yang masih beroperasi di kala hari libur nasional. Polye mengatakan mereka seharusnya wajib mengikuti tradisi perayaan nasional di Papua Nugini. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : postcourier.com.pg
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemimpin Kecam Toko yang Buka Selama Perayaan HUT PNG