Perombakan Kabinet Fiji Berpotensi Bentuk “Super Ministers”

share on:

Suva, Jubi – Perombakan struktur kabinet Fiji yang terjadi dua pekan lalu mulai menuai kritik. Partai Federasi Nasional menyebut perombakan kabinet itu berpotensi membentuk “super ministers” yang berarti bahwa ada beberapa menteri yang memonopoli kekuasaan pemerintahan.

Perdana Menteri Frank Bainimarama. -- pina.com.fj
Perdana Menteri Frank Bainimarama. — pina.com.fj

Pemimpin Partai Federasi Nasional, Dr. Biman Prasad menyebut kini Fiji memiliki kabinet dalam kabinet yang disetir oleh menteri-menteri super tersebut.

Para “super ministers” mengontrol lebih dari 80 persen anggaran nasional dengan kewenangan hampir seluruh sektor penting termasuk sumber daya alam dan urusan pemerintahan.

Prasad menyebut super ministers terdiri dari Perdana Menteri Frank Bainimarama sendiri ditambah tiga menteri lainnya. “Perubahan struktur kabinet sekarang ini meniadakan nilai-nilai transparansi, penuh dengan konflik kepentingan, dan tidak imparsial,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kini Fiji memiliki seorang Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata yang merangkap sebagai Menteri Pertanahan dan Sumber Daya Mineral.

Itu berarti satu orang menteri tersebut akan membuat kebijakan dari mulai tentang pembangunan pariwisata dan peruntukkan penggunaan tanah hingga industri sumber daya mineral.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa sekretaris Jaksa Agung yang dijabat oleh Aiyaz sayed-Khaiyum harus merangkap menjadi Menteri Pemilihan Umum. “Fiji selalu mempunyai kementerian yang berbeda untuk urusan pertanahan dan pengelolaan sumber daya mineral. Bagaimana mungkin menteriyang sekarang menangani dua urusan penting, hanya menteri itu dan perdana menteri yang tahu,” katanya.

Prasad mengatakan, partainya juga menyayangkan jabatan rangkap yang diemban sang perdana menteri. Selain sebagai PM, Bainimarama juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan menteri urusan i-Taukei dan urusan gula.

Ia memahami bahwa urusan perombakan kabinet adalah hak prerogatif perdana menteri. Namun, sebaiknya perombakan kabinet itu berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan kecocokan seorang menteri dengan urusan yang akan diembannya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : pina.com.fj
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perombakan Kabinet Fiji Berpotensi Bentuk “Super Ministers”