Connect with us

Pendidikan dan Kesehatan

Siswa Merauke Diingatkan Tak Terjerumus Narkoba

Published

on

Anggota Polwan Polres Merauke sedang memberikan bimbingan kepada siswa-siswi di

Anggota Polwan Polres Merauke sedang memberikan bimbingan kepada siswa-siswi di SMAN 1 Merauke. -Jubi/ Frans L. Kobun

Merauke, Jubi – Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nuryanti mengingatkan siswa-siswi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Merauke agar tidak terjerumus kepada masalah narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

Hal itu disampaikan Nuryanti ketika bersama semua Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polres setempat melakukan sosialisasi di sekolah itu, Selasa (20/9/2016).

“Saya ingatkan para siswa-siswi tidak terpengaruh dengan narkoba, karena bahayanya sangat besar, salah satunya adalah akan merusak masa depan nanti,” ujarnya.

Nuryanti berharap siswa-siswi memfokuskan diri dengan terus belajar agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai dengan baik, tidak perlu tergoda atau berpikir tentang hal-hal negatif.

Kasat Binmas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suparman meminta agar para siswa yang sudah terbiasa mengkonsumsi miras untuk menghentikan tindakannya.

“Dipastikan masa depannya akan menjadi suram, kalian ini adalah generasi penerus bangsa, olehnya harus terus berjuang mengejar cita-cita dan tak terpengaruh miras,” pintanya.

Yohana salah seorang siswa SMAN 1 Merauke mengaku bangga dan berterima kasih kepada Polwan yang sudah datang dan membagikan ilmu kepada mereka.

“Dengan kunjungan ini banyak hal positif didapatkan,” ujarnya. (*)

Pendidikan dan Kesehatan

Tiap Bulan 1000 Pasien Berobat di Puskesmas Waena

Published

on

Puskesmas Waena, Kota Jayapura-Jubi/dam

Puskesmas Waena, Kota Jayapura-Jubi/dam

Jayapura, Jubi- Puskesmas Waena Kota Jayapura setiap bulan melayani hampir 1000 pasien dan penyakit dominan adalah Insfeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA) dan juga malaria. Sedangkan tiap hari pasiennya mencapai 80-100 pengunjung.

“Sekitar 20 persen itu pasien orang asli Papua yang datang berobat ke sini,”kata Kepala Bagian Tata Usaha Nuraini Kafiar saat mewakili Kepala Puskesmas Waena, Selasa( 20/9/2016) saat kunjungan dari wartawan bersama Kinerja Usaid.

Dia menambahkan setiap pasien orang asli Papua selalu mendapat pelayanan dengan menggunakan Kartu Papua Sehat(KPS).”Begitupula pasien lainnya yang memakai Kartu BPJS Kesejehatan,”katanya.

Menyinggung soal waktu pelayanan di loket Puskesmas, Nuraini mengaku kalau selama ini pasien mengeluh kalau pelayanan di lokey terlalu lama. “Hal ini terjadi karena jumlah tenaga yang terbatas sehingga pasien menunggu lama. Standar operasional kita untuk menunggu pelayanan minimal 13 menit sudah langsung ke klinik,”katanya.

Sementara itu salah seorang pasien pelajar Sekolah Menengah Olahraga Jan Romka mengaku sudah menunggu sejak pukul 09.00 pagi dan baru saja melakukan pemeriksaan darah di laboratorium Puskesmas. “Saya sudah tunggu hampir dua jam untuk ke klinik sambil mengambil hasil pemeriksaan darah,”Katanya.

Konsultan Media Kinerja USAID Frimansyah mengatakan Puskesmas Waena merupakan salah satu Puskesmas aplikasi dan bukan pendampingan langsung dari Usaid Kinerja. “Kami hanya mendampingi Puskesmas Koya Barat, Puskesmas Abepantai dan Puskesmas Tanjung Ria,”katanya. Namun kata dia karena Puskesmas Waena termasuk yang mau melakukan aplikasi sehingga mendapat kunjungan dari media tour Usaid Kinerja.(*Yance Wenda)

Continue Reading

Pendidikan dan Kesehatan

RSUD Jayapura Berhasil Operasi Tumor Otak

Published

on

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura, Josef Rinta - Jubi/Alex

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura, Josef Rinta – Jubi/Alex

Jakarta, Jubi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kembali berhasil melakukan operasi bedah tumor otak terhadap salah seorang pasien. Operasi dilakukan dokter spesialis bedah saraf, dibantu tenaga anastesi.

Direktur RSUD Jayapura Josef Rinta kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/9/2016) mengatakan, operasi terhadap pasien tumor otak baru pertama kali di lakukan. Namun dengan didatangkannya dokter bedah saraf dari Universtas Gadjah Mada, tindakan ini bisa dilakukan dengan baik.

“Operasi ini berjalan dengan baik dan berhasil untuk dilakukan, ini merupakan pasien ke sepuluh yang telah menjalani operasi bedah saraf secara umum dan pasien pertama untuk bedah tumor,” katanya.

Menurut ia, apa yang sudah dilakukan pihaknya tidak lepas dari komitmen RSUD Jayapura untuk memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada masyarakat di Provinsi Papua.

“Pada 1 Oktober nanti, kami akan mendapat bantuan penempatan residen bedah, dengan demikian kami bisa melayani rujukan bedah termasuk bedah saraf, dalam artian pasien bedah sudah bisa dilayani di RSUD Jayapura, tanpa harus merujuk keluar Papua,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen menilai, manajemen RSUD Jayapura telah mengambil langkah tepat untuk menyelamatkan anak anak Papua dari penyakit Hydrosephalus dan saraf. Ia berharap kerja sama bisa terus berlanjut.

“Sebetulnya sudah ada MoU tiga tahun lalu, tapi tidak dilaksanakan, untuk itu kami sedang berupaya memperbaiki SDM-nya sehingga aktivitas operasi ini bisa berlanjut terus, harapannya masyarakat Papua bisa terlayani dengan baik,” kata Hery. (*)

Continue Reading

Pendidikan dan Kesehatan

Dengan Program SM-3T, Anak Asmat Wajib Sekolah

Published

on

By

anak - anak sekolah dasar pada salah SD di Kabupaten Jayapura. Jubi / Engelberth Wally

Anak – anak sekolah dasar pada salah SD di Kabupaten Jayapura. Jubi / Engelberth Wally

Asmat, Jubi – Dengan adanya program Sarjana Mengajar di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (SM-3T), anak-anak di Kabupaten Asmat  yang sedang mengenyam pendidikan, baik di bangku SD, SMP, maupun SMA dan SMK  diwajibkan  sekolah. Karena dipastikan kegiatan  belajar-mengajar akan berjalan normal kembali.

“Saya minta sekaligus ingatkan kepada orang tua agar mendorong anak-anak untuk kembali masuk sekolah, karena guru sudah mulai banyak dan disebar di kampung-kampung melalui program SM-3T,” kata Bupati Asmat, Elysa Kambu melalui rilisnya yang diterima Jubi di Merauke, Selasa (20/9/201).

Bupati Kambu kembali menegaskan, sektor pendidikan merupakan salah satu visi-misi kepemimpinannya bersama wakil bupati Thomas Epe Safanto dalam memimpin selama lima tahun ke depan.

Jika pemerintah telah bekerja keras dengan menghadirkan kampung maupun distrik selama ini, sementara pendidikan diabaikan, maka akan sia-sia.

“Kita ingin berubah, karena itu butuh partisipasi serta kerjasama baik dari seluruh masyarakat di Kabupaten Asmat,” pintanya.

Anak-anak, lanjut Bupati Kambu, wajib hukumnya untuk sekolah. Tidak boleh diajak lagi masuk ke hutan mencari makan atau gaharu. Mereka bukan tulang punggung keluarga. Itu harus dipahami orangtua dengan baik.

“Saya juga meminta kepada para kepala kampung serta kepala distrik agar ikut mengawal pendidikan dengan baik,” ujarnya. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.