Thomson: Pengungsi Tragedi Terbesar Setelah PD II

share on:

New York, Jubi – Presiden Sidang Umum PBB, Peter Thompson mengatakan bahwa banyaknya peristiwa penduduk yang mengungsi adalah tragedi kemanusiaan terbesar dunia setelah Perang Dunia II. Pernyataan itu disampaikan ketika membuka Sidang Umum PBB ke-71 di New York, Senin (19/9/2016) waktu setempat.

Peter Thompson. -- UN Photo/Rick Baiornas via RNZI
Peter Thompson. — UN Photo/Rick Baiornas via RNZI

Thompson yang juga merupakan perwakilan dari Fiji itu mengaku marah mendengar perlakuan beberapa negara terhadap para pengungsi. Meski begitu, Thompson tidak menyebut nama negara-negara yang ia maksud.

Sidang Umum PBB membahas khusus mengenai topic migrasi dan pengungsi. Para negara anggota memperdebatkan deklarasi PBB tentang perlakuan negara-negara anggota terhadap pengungsi yang diharapkan dapat menyediakan kesempatan pendidikan dan menambah kesempatan hidup para pengungsi tanpa mendapat perlakuan kekerasan seksual.

“Wanita dan anak-anak gadis khususnya dalam keadaan yang sangat rawan, mereka sering mengalami efek psikis, diskriminasi dalam berbagai bentuk dan kekurangan akses terhadap pelayanan dasar. Saya sangat ngeri melihat begitu banyak penderitaan para pengungsi dan malah mendapat perlakuan kekerasan serta sasaran kebencian,” ujarnya.

PBB baru mengadopsi Deklarasi New York, sebuah komitmen untuk melindungi para pengungsi dan migran serta mencari solusi krisis kemanusiaan yang terjadi. Pengungsi dan krisis migrasi akan menjadi topik utama pembahasan Sidang Umum PBB ke-71 di New York. Salah satu penyebab utama situasi krisis saat ini yaitu krisis kemanusiaan di Suriah di mana perang telah berkecamuk selama lima tahun.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyatakan bahwa Deklarasi New York adalah upaya kolektif untuk mencari solusi atas krisis kemanusiaan yang telah terjadi. “Berarti harus lebih banyak anak-anak bersekolah, lebih banyak pekerja dapat bekerja dengan nyaman di luar negeri tanpa menunggu belas kasihan pada pelaku perdagangan manusia,” ujarnya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : radionz.co.nz, upi.com
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Thomson: Pengungsi Tragedi Terbesar Setelah PD II