Wilayah Kabupaten Butuh Tenaga Terampil

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty - Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty – Jubi/Alex

Jakarta, Jubi – Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty mengatakan wilayah kabupaten membutuhkan tenaga terampil untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Keberadaan SMK sangat cocok dengan kondisi di Papua, khususnya di wilayah kabupaten,” kata Elia Loupatty kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Menurut Elia, wilayah tidak terlalu membutuhkan sekolah yang tinggi tetapi dengan tamatan SMK diharapkan memperoleh keterampilan tertentu sesuai dengan jurusan yang dimiliki.

“Karena itu untuk menghadapi MEA saya rasa hanya ada orang-orang yang terampil. Terampilnya itu tidak harus S1, S2, S3, tenaga terampil SMK itu luar biasa kalau ditekuni dan dilakukan setiap hari maka dia juga akan menjadi orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan,” ujarnya.

Elia mengingatkan semua pihak, keberadaan sekolah Kejuruan sangat penting, mengingat dalam satu perusahaan perlu ada orang middle satu manajemen.

Hal senda dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Elias Wonda. Dirinya mengatakan keberadaan sekolah kejuruan dianggap penting mengingat kebutuhan pasar yang kini lebih mengarah kepada tenaga kerja terampil.

“Dulu jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Papua secara keseluruhan hanya berkisar antara 90 hingga 93 sekolah, kini sudah mencapai 118 sekolah,” kata Elias Wonda.

Kini di kabupaten dan kota, keberadaan sekolah Kejuruan hanya berkisar satu atau dua, namun ke depannya pasti akan ditambah.

“Kewenangan mengenai pendidikan kini masih berada di kabupaten/kota. Pada 2017 baru akan diurus oleh provinsi, sehingga di tahun ini kami akan mulai memperbanyak keberadaan sekolah Kejuruan,” ujarnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wilayah Kabupaten Butuh Tenaga Terampil