Aktor Pendemo Bupati Yahukimo diminta Iklas dan Bersabar Lima Tahun lagi

share on:
Bupati Yahukimo Abock Busup dan Wakil I DPRD Yahukimo Maus Asso (tengah) bersama pimpinan dan staf Bank Papua saat mendistribusikan Dana Kampung di Kurima. -Jubi/Yuliana Lantipo
Bupati Yahukimo Abock Busup dan Wakil I DPRD Yahukimo Maus Asso (tengah) bersama pimpinan dan staf Bank Papua saat mendistribusikan Dana Kampung di Kurima. -Jubi/Yuliana Lantipo

Jayapura, Jubi – Arkilaus Asso-Lapius Merel Soll, salah satu pasangan kandidat calon bupati Yahukimo yang kalah dalam pemilukada serentak pada 9 Desember 2016, dinilai belum iklas menerima kekalahannya dengan menjadi aktor dibalik demonstrasi dalam dua pekan terakhir oleh sejumlah orang di Jayapura.

Pekan lalu dan Selasa (20/9), sejumlah orang yang menamakan diri “masyarakat Yahukimo” mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Papua dan Polda Papua. Dalam aksi damai itu, mereka mendesak agar bupati terpilih, Abock Busup ditangkap dan diperiksa. Bupati yang menang satu putaran dengan mayoritas dukungan yakni 75 persen suara itu dituding masih menerima gaji dari jabatan sebelumnya yakni Wakil I DPRD Yahukimo. Selain itu, Abock yang baru lima bulan menjabat kepala daerah ini juga dituding korupsi anggaran daerah sebesar Rp4 miliar.

Atas tudingan tersebut, Bupati Abock Busup, dengan tenang mengatakan, “(Motifnya) ini sebenarnya kan (karena) sakit hati. (Motif) kedua, mereka tidak mau menerima kekalahan,” katanya kepada sejumlah awak media di Abepura, Selasa (20/9/2016). Ia menyebut Arkilaus Asso dan Lapius Merel Soll yang menjadi aktor dibalik demonstrasi yang menurutnya tidak berdasar dan salah alamat.

Abock menjelaskan, berdasarkan peraturan tentang pemilihan kepala daerah tahun 2010, setiap kandidat dari birokrasi pemerintahan dibolehkan mengajukan izin. Apabila kandidat itu terpilih, ia baru diminta untuk memberikan surat pengunduran diri dari jabatannya dibirokrasi maupun jabatan politik. Namun, apabila kalah, kandidat tersebut dibolehkan untuk kembali bekerja.

Peraturan tersebut kemudian berubah, dalam peraturan terkait pemilikada tahun 2015, setiap kandidat dari birokrasi maupun jabatan politik seperti dewan wakil rakyat diharuskan mengundurkan diri dari jabatannya dengan semua konsekuensi. Menang atau kalah, jabatannya menjadi taruhannya.

Berangkat dari peraturan tersebut, bupati Abock mengatakan bahwa semua tuduhan yang diberikan padanya tidak berdasar. Terkait tudingan penerimaan gaji “doble”, “saya sudah mengundurkan diri dari DPRD. KPU (telah) loloskan saya termasuk dengan surat pemberhentian saya sebagai anggota DPRD Yahukimo, itu berarti juga gaji saya dihentikan berdasarkan surat pemberhentian itu,” kata Bupati. “Saya punya SK penggantian, itu sudah ada. Dan, (sejak itu) gaji itu dialihkan ke kas daerah Yahukimo,” jelasnya.

“Undang-undang bagi calon cukup dengan izin, maka saya pun izin resmi. Tapi, untuk tahun 2015 saat saya maju, ini diwajibkan untuk anggota DPR(D) untuk mundur dan berhenti, begitu KPU Yahukimo tetapkan, jadi saya juga mundur dari keanggotaan DPR dan dengan begitu saya pun tidak lagi menerima gaji.”

Kendati demikian, Abock menyatakan siap menghadapi tuntutan yang dijalankan berdasarkan aturan hukum yang berlaku. “Kalau memang ada kedapatan (bukti) sebaiknya diberikan kepada pihak-pihak yang berwenang dan nanti buktikan di pengadilan saja. Tidak dengan mengganggu di daerah orang Jayapura, yang juga sedang bersiap pemilukada.”

Proses Hukum

Bupati menegaskan akan menindaktegas dengan menggugat kembali aktor dibalik demonstrasi yang dinilai Abock telah “mencemarkan nama baik pemerintah daerah”.

“Ada teman pesaing (pemilukada) kemarin yaitu nomor urut 2, Pak Arkilaus Asso dan Lapius Merel Soll, yang demo minggu lalu ke Kajati (Kejaksaan Tinggi) Papua dan hari ini ke Polda Papua. Saya mau lapor AA dan SL, itu otaknya. Kalau yang datang demo itu kan cuma suruhan saja,” ujarnya.

Bupati mengimbau seluruh masyarakat Yahukimo dari semua unsur; pegawai pemerintah, kepala kampung, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa/i untuk tidak mudah terprovokasi memecahbelah pemerintahan terpilih dan mengajak seluruh masyarakat ikut mengawal program pembangunan manusia dan daerah Yahukimo.

Terlepas dari proses hukum yang akan ditindaklanjuti, bupati Abock mengimbau agar pasangan Arkilaus-Lapius ikut membantu menyumbangkan energinya untuk membangun daerah. “Teman yang kalah, saya harap siap bersaing untuk lima tahun mendatang, jangan habiskan energi sekarang tapi pikir untuk bangun daerah,” ujarnya. (*)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aktor Pendemo Bupati Yahukimo diminta Iklas dan Bersabar Lima Tahun lagi