Perkebunan Sawit Dibuka, Air Tercemar, Ikan Ikut Mati

share on:
Ketua LMA Distrik Elikobel, Remigius Damujay didampingi dua warga saat memberikan keterangan pers. Jubi/Frans L Kobun
Ketua LMA Distrik Elikobel, Remigius Damujay didampingi dua warga saat memberikan keterangan pers. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Pembongkaran lahan untuk kegiatan investasi kelapa sawit di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke beberapa tahun terakhir, telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat di beberapa kampung di sekitar. Misalnya saja, air tercemar oleh limbah pupuk perusahaan hingga berdampak terhadap matinya ikan.

Selain itu, air yang biasanya jernih, kini telah berubah menjadi kecoklatan. Bahkan, anak-anak setelah mandi, badannya gatal-gatal.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Elikobel, Remigius Dambujay kepada Jubi Rabu (21/9/2016) mengatakan, banyak perubahan yang terjadi, setelah hutan masyarakat dibongkar untuk kepentingan investasi bagi perusahaan.

“Terus terang, masyarakat di beberapa kampung  di sekitar Distrik Elikobel, sudah kesulitan mendapatkan air minum. Karena sumber air yang selama ini menjadi satu-satunya nafas hidup, telah tercemar akibat limba perusahaan. Sehingga tidak bisa digunakan untuk minum maupun masak,” katanya.

Masyarakat menjadi takut menggunakan air itu. Dambujay menjelaskan karena banyak ikan telah mati, setelah warna air berubah. “Ya, kami tidak bisa berbuat banyak, karena para pemilik hak ulayat, telah menyerahkan tanahnya untuk investasi bagi perusahaan,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu menegaskan, pemerintah harus memberikan tindakan tegas kepada perusahaan yang membuat pelanggaran dengan tidak mematuhi kesepakatan bersama masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.

“Sebagai dewan, saya menyoroti dan meminta perusahaan yang melakukan investasi kelapa sawit di Distrik Elikobel, diberikan tindakan tegas, jika benar sumber air mereka telah tercemar akibat limba pupuk,” pintanya. (*)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perkebunan Sawit Dibuka, Air Tercemar, Ikan Ikut Mati