PKH dorong Pemda sediakan fasilitas pendidikan kesehatan

share on:
Kepala Dinas Sosial dan Permukiman Provinsi Papua, Ribka Haluk (kanan) Berbincang Dengan Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai - Jubi Doc
Kepala Dinas Sosial dan Permukiman Provinsi Papua, Ribka Haluk (kanan) Berbincang Dengan Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai – Jubi Doc

Jayapura, Jubi – Keberadaan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Sosial dan Permukiman Provinsi Papua Ribka Haluk, mengatakan tujuan dari adanya PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin.

“Untuk itu kami mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang cukup dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Ribka Haluk kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Dengan demikian, Ribka berharap seluruh kabupaten/kota yang sudah tersentuh PKH, infrastruktur sosial pelayanan dasar bisa bangkit dan semakin disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda) sehingga warga masyarakat yang kurang mampu bisa mendapatkan layanan dari pemerintah.

“Kami harapkan, ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten/kota,” ucapnya.

Menyinggung soal pengawasan program, Ribka Haluk tekankan, pemerintah provinsi Papua melalui pihaknya memastikan perekrutan tenaga pendamping PKH lebih mengutamakan orang asli Papua (OAP). Dimana perekrutan akan dilakukan secara manual.

“Dengan sistem seperti ini tentu akan memudahkan anak anak Papua untuk masuk sebagai pendamping PKH. Di samping itu, juga memudahkan kami untuk melihat setiap berkas lamaran yang masuk,” kata Ribka.

Dia menambahkan sampai saat ini pemerintah provinsi masih membutuhkan sumber daya manusia untuk bertugas sebagai tenaga pendamping PKH, khususnya yang berpengalaman di bidang sosial dan berlatar belakang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Paling tidak harapannya diutamakan yang sarjana kemudian memiliki pengalaman di bidang sosial,” ujarnya.(*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PKH dorong Pemda sediakan fasilitas pendidikan kesehatan