Banten Akhirnya Menyerah di Tangan Papua

share on:
Putri Softball Papua-Jubi/Ist
Putri Softball Papua-Jubi/Ist

Jubi– Tim softball putri Banten akhirnya menyerah di tangan Papua dalam lanjutan gelaran Pekan Olahraga Nasional XIX/Jawa Barat yang dilangsungkan di Arena softball FPOK UPI, Bandung, Rabu (21/9/2016).

Di pertandingan yang hanya berjalan selama tiga inning tersebut, Banten harus mengakui kemenangan tim dari bumi Cenderawasih dengan skor 0-22 dengan rincian 0-7 (inning 1), 0-11 (inning 2) dan 0-4 (inning 3).

Salah satu pelatih tim putri dari provinsi di ujung barat Pulau Jawa itu, Ali Nursanto mengungkapkan kekecewaannya karena timnya harus mengalami kekalahan kedua di ajang ini.

“Kami tentu sangat kecewa dengan hasil dari dua pertandingan ke belakang dan saat ini kami sedang melihat apa masalahnya,” kata Ali selesai pertandingan.

Ali menilai kondisi pemain yang dalam kondisi tidak baik juga berpengaruh pada performa tim Banten yang harus menjalani laga berat di awal turnamen dengan menghadapi tim-tim papan atas seperti Papua Barat, Papua, DKI dan Jawa Barat.

“Kemarin mereka kondisi banyak yang drop karena perubahan cuaca drastis, ditambah dengan kondisi di lapangan permainan yang cuacanya juga dingin, ini sepertinya berpengaruh ke performa tim,” ujar dia.

Untuk ke depannya, Ali mengatakan tim Banten akan melakukan evaluasi mendalam atas performa selama dua pertandingan sebelumnya.

“Tentu kami akan melakukan evaluasi mendalam atas performa kami dua pertandingan ke belakang, dan pertandingan kedepannya kami akan punya performa yang baik,” tutur dia.

Dengan hasil tersebut, Papua berhasil menggeser DKI Jakarta di puncak klasemen meski sama-sama mendapatkan dua kemenangan, Papua memiliki agresifitas lebih baik disusul Jawa Barat di posisi tiga yang baru saja mencetak satu kemenangan. Sementara Papua Barat berada di peringkat keempat, sedangkan di papan bawah klasemen, ada Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Banten.(*)

Editor : dominggus
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Banten Akhirnya Menyerah di Tangan Papua