MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 278.297 +0.422
  • IDX30 Index 455.368 +0.937
  • Composite Index 5145.315 +12.279
  • PEFINDO25 Listed 469.589 +3.353
  • SMI Infrastructur 365.402 +0.213
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4787.317 +29.065
  • Nikkei 225 17248.5 -135.08
  • FTSE BUR MAL KLCI 1829.91 -12.26
  • Integrated Silico 14.49 -0.16
  • S&P 500 2072.83 +5.80
  • NASDAQ-100 4317.988 +29.759

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Meningkat Secara Nasional

Penulis : on November 12, 2012 at 21:20:24 WP
Victor Mambor

UPACARA HARI KESEHATAN NASIONAL

Jayapura (12/11)—Secara nasional, pelayanan kesehatan ibu dan anak, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami peningkatan secara bermakna dari 61,4 persen tahun 2007 menjadi 87,4 persen tahun 2011.

Dalam periode yang sama, cakupan imunisasi campak meningkat dari 67 persen menjadi 93,3 persen. Sementara status gizi masyarakat, juga menunjukkan perbaikan. Prevalensi gizi kurang pada balita tahun 2010 sebesar 17,9 persen dan diharapkan turun menjadi 15 persen pada tahun 2015.

“Laporan menunjukkan, 71 persen balita mengunjungi posyandu setiap bulan. Ini berarti sekitar 14 juta balita memanfaatkan posyandu. Ini salah satu bukti, revitalisasi posyandu berhasil,” kata Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan langsung Penjabat Gubernur Provinsi Papua, Constan Karma pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-48, di Kota Jayapura, Papua, Senin (12/11).

Menurut Constan, selain berbagai kemajuan dalam pembangunan kesehatan, saat ini tengah menghadapi tantangan baru, yaitu meningkatnya masalah penyakit tidak menular. Data Riskesdas 2010 menunjukkan 50 persen kematian di Indonesia disebabkan penyakit tidak menular, yang membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar seperti stroke, kanker, diabetes, gagal ginjal dan penyakit jantung. “Penyakit tak menular dapat dicegah dengan gaya hidup sehat, yakni pola makan gizi imbang, memantau berat badan secara teratur, melakukan olahraga teratur, mengendalikan stres, dan tak merokok,” jelasnya.

Menanggapi itu, kata Constan, pemerintah berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan menitikberatkan upaya promotif-preventif dengan tetap memperhatikan upaya-upaya kuratif-rehabilitatif. “Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan, maka jangkauan program jaminan kesehatan masyarakat diperluas. Sedangkan pelayanan kesehatan ibu dan anak diperkuat dengan program jaminan persalinan atau program Jampersal sejak tahun 2011,” katanya.

Dikatakannya, sejak tahun 2011, Pemerintah menyediakan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang berkisar antara Rp75 juta sampai Rp250 juta per Puskesmas per tahun. “Dana BOK tersebut dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional Peskesmas, termasuk pembinaan Posyandu, percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak, pemulhan gizi kurang dan gizi buruk di masyarakat,” katanya.

Disamping itu, lanjutnya, sesuai dengan amanant Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS), pada saat ini pemerintah sedang melakukan penyiapan pelaksanaan SJSN bidang kesehatan semesta atau universal health coverage.

“Pelaksanaan SJSN bidang kesehatan tersebut dimulai pada tahun 2014 secara bertahap ditingkatkan cakupan kepesertaan hingga mencapai jaminan kesehatan semesta pada tahun 2019. Langkah ini mencakup penyiapan regulasi dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, sumber daya, dan sosialisasi. Kelak, dengan terwujudnya jaminan kesehatan semesta pada tahun 2019, seluruh penduduk Indonesia mempunyai jaminan kesehatan. Dengan demikian setiap penduduk dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu tanpa kendala pembiayaan,” katanya. (Jubi/Alex)

alex

About Alexander Loen

Alexander Loen has written 662 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Pilihan Editor
Back To Top