MARKETS
  • Index Regional »
  • MNC 36 Index 278.297 +0.422
  • IDX30 Index 455.368 +0.937
  • Composite Index 5145.315 +12.279
  • PEFINDO25 Listed 469.589 +3.353
  • SMI Infrastructur 365.402 +0.213
  • Index Global »
  • NASDAQ Composite 4787.317 +29.065
  • Nikkei 225 17248.5 -135.08
  • FTSE BUR MAL KLCI 1829.91 -12.26
  • Integrated Silico 14.49 -0.16
  • S&P 500 2072.83 +5.80
  • NASDAQ-100 4317.988 +29.759

Titus Pekei: “Berjuang Selama Empat Tahun Bawa Noken Papua ke Unesco “

Penulis : on December 18, 2012 at 19:29:14 WP
dominggus a mampioper

Peneliti Ekologi dan Penggagas Noken Papua, Titus Pekai. (Jubi/Arjuna)

Jayapura (18/12) — Noken Papua telah mendapat pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Namun perjuangan untuk mendapat pengakuan warisan budaya dunia tidaklah muda. Dari Indonesia sendiri noken harus bersaing dengan Tari Bali dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk direkomendasikan ke UNESCO.

Namun berkat perjuangan yang tak kenal lelah  sejak 2008 dari Peneliti Ekologi dan Penggagas Noken Papua, Warisan Budaya Takbenda, Titus Pekei, noken Papua akhirnya menyingkirkan Tarian Bali dan TMII.

“Diwaktu yang bersamaan, dari Indonesia selain noken Papua ada juga TMII dan Tari Bali yang diajukan. Ini menjadi perdebatan karena ada pihak yang juga mendorong Tari Bali dan TMMI. Namun saya terus berusaha memperjuangkan agar noken Papua bisa lolos. Bahkan saya membuat buku noken untuk dibagikan. Namun akhirnya mereka disepakatilah mendahulukan noken,” kata Titus Pekei, Selasa (18/12).

Perjuangan Titus akhirnya berbuah hasil, tangal 4 Desember 2012 lalu, Pukul 09.00 waktu Prancis atau pukul 05.00 WIT, UNESCO menetapkan noken Papua sebagai salah satu warisan budaya dunia.

“Tidak ada yang keberatan saat penetapan, sehingga langsung disahkan. Ada delapan budaya dari beberapa negara lain yang diajukan ke UNESCO,  tapi lima ditolak karena hal-hal teknis. Saya terus memperjuangkan jangan sampai noken terlewatkan. Sayangnya mama-mama pembuat noken mengaku belum diperhatikan pemerintah. Ini jadi satu pernyataan karena kedepan noken akan jadi icon Papua,” ujarnya.

“Noken adalah sebuah benda yang dimana dilakukan kajian lalu dikelompokkan dan noken masuk diwarisan budaya tak benda karena noken adalah buatan manusia. Sebelumnya kami terlebih dahulu melakukan penelitian di dua provinsi yang ada di Papua, sambil mengisi kuisioner yang dibutuhkan UNESCO. Menjadi pijakan syarat utama, unik, khas dan tak tergantikan. Jadi harus ada alasan yang kuat dan bisa dibuktikan untuk merekomendasikannya ke UNESCO,” lanjut Titus.

Titus juga berpedapat, noken sangat tepat menggantikan mahkota burung Cenderawasih yang disematkan ke setiap tamu atau pejabat yang datang ke Papua, guna tetap melestarikan keberadaan burung Cenderawasih.

“Noken sangat tepat mengganti burung Cenderawasih karena noken simbol kebudayaan. Jadi bisa dijadikan penggantinya kepada tamu yang datang ke Papua. Selain itu saya juga ke kementerian Kehutanan dan Bagian Penerbitan agar ada penyadaran pemahaman bahwa Noken Papua sudah diakui sehingga kita harus lakukan sosial reboisasi. Sekarang tanggung jawab Pemprov di Papua adalah kembali melakukan reboisasi bahan-bahan noken serta menjaga alam yang masih utuh. Juga melakukan riset tentang pendataan jenis noken di Papua agar kedepannya orang tidak ragu bahan noken seperti apa tapi bisa langsung dijelaskan,” tandas Titus Pekei. (Jubi/Arjuna)

 

arjuna

About Arjuna Pademme

Arjuna Pademme has written 1332 post for tabloidjubi.com.

West Papua Daily
Ajax spinner
Pilihan Editor
Back To Top